Sabu dan Ekstasi Dalam Ban Serep Terungkap

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso memberi keterangan penggunaan ban serep mobil untuk selundupkan narkoba. (Foto: Dok. Humas BNN)

JAKARTA, JIA XIANG – Ban serep mobil berisi sabu seberat 54.276,9 gram (54,2 kg) dan ekstasi sebanyak 40.894 butir dari Malaysia gagal masuk ke Indonesia. Rencana penyelundupan narkoba ini terungkap setelah BNN mengamankan jaringan sindikat narkoba internasional. Jaringan ini melibatkan 9 orang tersangka (WNI) yang ditangkap di sejumlah tempat berbeda secara serempak pada tanggal 8 Mei 2016.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi tentang adanya upaya pengiriman narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia melalui Tembilahan lalu ke Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung dan rencananya akan dibawa ke Jakarta.

Setelah penyelidikan intensif akhirnya tim BNN berhasil mengamankan satu persatu anggota sindikat internasional tersebut. Penangkapan pertama dilakukan terhadap DV (41, kurir) dan DEN (43, kurir) di atas kapal Mufida di Pelabuhan Merak, Banten. Dari tangan tersangka petugas menyita sabu seberat 2.045,7 gram dan ekstasi sebanyak 40.984 butir yang diselipkan dalam ban mobil cadangan. Masih di atas kapal yang sama, petugas juga mengamankan Ro (35, kurir) yang membawa sabu seberat 41.653,3 gram.

Penangkapan selanjutnya dilakukan terhadap SYAH (43, kurir) dan RIK (29, kurir) di sebuah SPBU yang berada tak jauh dari pelabuhan. Dari keduanya,  petugas menyita sabu seberat 10.577,9 gram

Dalam waktu yang bersamaan pula, BNN mengamankan sang koordinator kurir yaitu MA (58, koordinator kurir) di Hotel Novotel Gajah Mada, Jakarta Pusat bersama dengan rekannya yaitu RID (36, kurir)

Petugas juga berhasil mengamankan HAS (37, kurir)  di terminal Bandara Soekarno-Hatta. Hasrianto merupakan orang suruhan Muh Adam yang bertugas memecah sabu ke beberapa kurir.

Selanjutnya petugas melakukan controlled delivery dan berhasil mengamankan AD (34, kurir), penerima sabu dari jaringan Adam Cs seberat 41.653,3 gram.

Seluruh tersangka terancam hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup karena melanggar Undang-Undang (UU) No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) juncto (jo)Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1).[JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here