Salak Pondoh Masuk Pasar di Singapura, Tiongkok dan Selandia Baru

JAKARTA, JIA XIANG – Buah salak bisa dibilang buah asli Indonesia. Pohonnya hampir terdapat di semua wilayah Tanah Air. Namun, hanya beberapa daerah yang menjadi penghasil salak dengan kualitas terbaik. Daerah-daerah tersebut Sidimpuan (Sumatera Utara),  Bali, dan Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Jakarta sesungguhnya memiliki kawasan penghasil salak, yakni Condet (Jakarta Timur). Namun, perkembangan kota, yang membutuhkan lahan untuk kawasan pemukiman, membuat areal kebun salak menyempit sehingga produksinya menurun.

Kini, produksi salak dari daerah Sleman, yang terkenal sebagai penghasil salak pondoh, paling tinggi. Cita rasa buah yang kulitnya bersisik mirip kulit ular ini pun tidak hanya disukai warga di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Tak heran bila salak pondoh dipasarkan ke luar negeri.

Salah satunya Selandia Baru. Ekspor salak ke negeri kiwi ini setelah negara tersebut menjalin kerja sama dengan Asosiasi Petani Salak Sleman Prima Sembada.

“Kami telah menjalin kemitraan dengan Selandia Baru, bahkan mereka juga telah memberikan bantuan untuk petani salak untuk pelatihan mutu dan pengemasan salak yang akan diekspor ke Selandia Baru,” kata Ketua Asosiasi Salak Sleman Prima Sembada Maryono di Sleman, Sabtu (5/8/17).

Selain ke Selandia Baru, salak pondoh juga diekspor ke Singapura dan Tiongkok.

Menurut Maryono, perkebunan salak menjadi andalan warga Sleman. Saat ini, ungkapnya, jumlah petani salak yang tergabung dalam Asosiasi Prima Sembada sudah berjumlah lebih dari 1.400 orang petani. Mereka, imbuhnya, sudah mendapat pelatihan tentang hama dan penyakit sehingga buah yang dihasilkan sesuai standar di negara-negara tujuan ekspor. [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here