Sambut Ramadhan, Pengusaha Tionghoa Bantu Kaum Dhuafa

Jia Xiang – Sejumlah pengusaha Tionghoa berpartisipasi dalam acara amal yang diadakan oleh  Mimbar Hiburan Amal Bagi Dhu’afa (MHABD), di Pendopo Kota  Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/6/13). Kegiatan itu dilakukan guna menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Partisipasi pengusaha Tionghoa itu sudah berlangsung selama 24 tahun sejak MHABD didirikan oleh seniman Kota Bandung, Adjie Esa Poetra. Mereka memberikan bantuan berupa sembako, pakaian dan uang serta mendukung kegiatan nikah massal bagi lima pasangan mempelai tuna netra.

Adjie Esa Poetra kepada Jia Xiang mengungkapkan bahwa partisipasi pengusaha Tionghoa itu sangat membantu kegiatan yang mereka laksanakan menjelang Ramadhan.  “Mereka sangat murah hati memberikan bantuan sembako, uang dan pakaian, sehingga dapat memfasilitasi 1000 orang kaum dhu’afa,” ujar Adjie kepada Jia Xiang Hometown.

Adjie juga manmbahkan bahwa warga Tionghoa iktu berpartisipasi dalam acara itu karena mereka adalah bagian dari warga Sunda, bukan pendatang.
“Antara kami dan mereka pun saling menganggap sebagai dulur (keluarga). Saya menyebut mereka sebagai Sunda Culture,’’ kata Adjie yang diamini oleh H. Oting.

Sementara H. Oting yang merupakan pengusaha Tionghoa muslim mengatakan kepada Jia Xiang Hometown bahwa dirinya sudah lebih dari 12 tahun beraprtisipasi dalam kegiatan serupa.

Oting yang menjadi Pendiri Yayasan Ukhuwa Muslim Indonesia (YUMI) juga manambahkan, bahwa bulan Ramadhan harus disambut dengan suka cita dengan berbagi rezeki sehingga kaum Dhuafa juga merasakan suka cita itu.

Sementara soal nikah masal oleh kaum tuna netra, Oting menyatakan, setiap tahun kegiatan itu selalu mereka lakukan dan tahun ini ada lima pasang pengantin dari Kota Bandung dan sekitarnya.

Kegiatan amal tersebut dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Ny Netty A. Heryawan dan membagikan 1000 paket bantuan kepada kaum dhuafa (fakir miskin) seperti penjaga masjid, penjaga kuburan, kaum jompo, yatim piatu, anggota Dinas Pemadam Kebakaran, anggota Dinas Kebersihan, tuna netra, penjaga pintu perlintasan kereta api, tukang parkir, tukang becak, pengamen dan tuna wisma.

Usai acara nikah massal dan memberikan sumbangan, kegiatan berlanjut dengan hiburan dari  sejumlah artis kota Bandung dan penyanyi tempo dulu. [Sas/W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here