Satu Abad Penghargaan Pulitzer

Medali Penghargaan. (Foto: JX/Ist)

NEW YORK, JIA XIANG – Bagi para wartawan di seluruh dunia, tentu tidak asing lagi dengan namanya penghargaan Pulitzer. Ini adalah salah satu bentuk penghargaan bagi para wartawan atau jurnalis. Tidak heran bila banyak wartawan di negeri Paman Sam yang berkeinginan untuk meraih penghargaan tersebut.Memang Pulitzer sangat menghargai keunggulan dalam kategori-kategori mulai dari laporan breaking news sampai artikel pelayanan publik dan fotografi. Selain ada hadiah untuk hasil karya jurnalistik, juga penghargaan untuk fiksi, sejarah, drama, musik dan bentuk sastra lainnya.
Penghargaan Pulitzer atau Pulitzer Prizes, dibuat pertama kali tahun 1917 lewat hibah dari penerbit Joseph Pulitzer. Nah pada Senin (18/4/16) adalah ulang tahun yang ke-100 pemberian penghargaan itu. Perayaan ulang tahun tersebut ditandai dengan pengumuman para pemenang Pulitzer Prizes, sekaligus dianggap sebagai hadiah paling bergengsi dalam jurnalistik di Amerika.

Joseph Pulitzer. (Foto: JX/wikipedia.org)
Joseph Pulitzer. (Foto: JX/wikipedia.org)

Ada 21 penghargaan setiap tahun. Pemenang masing-masing kategori dipilih oleh dewan independen setelah para juri menyeleksi nominasi dari 2.400 peserta. Dewan itu memiliki opsi tidak memilih pemenang dalam kategori apa pun.
Pengumuman akan berlangsung jam 15.00 waktu setempat di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat, yang mendirikan Fakultas Jurnalistik dengan hibah dari Joseph Pulitzer, penerbit New York World dan koran-koran AS lainnya pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Warisannya mendanai penghargaan di tahun-tahun awal dan dia memilih Columbia untuk mengurusnya.
Selama bertahun-tahun, harian The New York Times telah memenangkan hadiah lebih banyak dibandingkan organisasi berita lainnya, dengan 117 Pulitzer Prizes dan kutipan, menurut laman surat kabar itu. Tahun lalu, koran itu memenangkan tiga Pulitzer, termasuk hadiah pelaporan internasional untuk liputannya tentang wabah Ebola di Afrika Barat.
Pulitzer untuk layanan publik pada tahun lalu diberikan untuk Charleston, South Carolina’s Post and Courier untuk rangkaian berita mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Dalam penghargaan pertama tahun 1917, Herbert Bayard Swope dari New York World mendapat hadiah atas liputan berjudul Di Dalam Kekaisaran Jerman, sementara New York Tribune meraih hadiah untuk penulisan tajuk rencana mengenai tenggelamnya Lusitania. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here