Sebuah Pesan Lewat Kontingen Altet Pengungsi

RIO DE JANIERO, JIA XIANG – Sebuah kontingen atlet yang terdiri dari para pengungsi akan bertanding dalam Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil. Sebanyak 43 calon atlet telah dimasukkan dalam sebuah kontingen bernama Tim Atlet Pengungsi Olimpiade (ROA). Alih-alih membela sebuah negara, mereka akan berlaga di bawah bendera Olimpiade.
“Dengan menyambut ROA ke Olimpiade di Rio ini, kami ingin mengirimkan sebuah pesan harapan kepada semua pengungsi dunia. Tim ini akan diperlakukan sama seperti tim-tim lainnya,” kata Presiden Komite Olimpiade Internasional, Thomas Bach.
Selain kemampuan olahraga, kriteria seleksi untuk kontingen ROA akan mencakup kondisi pribadi dan status para pengungsi PBB yang sudah diverifikasi. Para atlet ini kemudian akan didukung dengan dana untuk latihan. “Jumlah atlet dalam tim ini mungkin antara lima hingga 10 orang,” kata Bach. “Kami tidak punya target. Ini sangat tergantung pada kualifikasi olahraga.”
Kontingen ROA ini akan ditempatkan di perkampungan atlet dan akan mengikuti upacara pembukaan sebagai tim kedua terakhir, setelah tuan rumah Brasil. Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga meminta jaminan atas virus Zika, penjualan tiket yang lambat, pencemaran air dan berbagai fasilitas.
Perhelatan ini akan berlangsung pada 5 Agustus -21 Agustus. Sejauh ini, jumlah tiket yang terjual belum mencapai setengah dari 7,5 juta lembar tiket yang dicetak. Adapun penjualan tiket yang lebih mahal untuk acara-acara premium dan upacara pembukaan telah mencapai 74 persen atau 195 juta dollar AS (sekitar Rp2,6 triliun), namun pembangunan sarana Olimpiade ini dibayangi oleh penurunan ekonomi di Brasil, kekacauan politik dan wabah virus Zika.
Jika dibandingkan dengan Olimpiade 2012 di London, penjualan tiket telah menembus target pendapatan beberapa bulan sebelum penjualan tiket resmi dimulai karena permintaan yang sangat banyak. Secara keseluruhan, 96 persen dari 8,2 juta tiket telah habis terjual.
‘”Saya tidak punya masalah sama sekali di sana,” kata Bach. “Orang-orang Brasil, mereka tidak membeli tiket pada tahap awal tersebut, seperti orang-orang Inggris ataupun Jerman. Tidak ada kekhawatiran sama sekali. Kami memiliki angka pembanding sebelum gelaran Olimpiade lainnya. “Saya tidak ragu bahwa ketika saatnya tiba, angka-angka ini akan meningkat.” [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here