Sedia Payung Dimusim Hujan

[JX/Ivan Lawendatu]

PAYUNG – Meski tergolong perangkat sederhana, namun payung berfungsi vital saat musim hujan datang. Dengan payung,aktivitas penggunanya tetap terjaga sekalipun sedikit melambat.

Saat ini berbagai motif dan bentuk payung bisa diperoleh, namun bentuk bulat masih dominan. Seperti terlihat pada aktivitas sejumlah warga di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (25/2/16). Saat itu aneka warna, motif dan ukuran payung mereka gunakan untuk melindungi dirinya dari siraman air hujan.

Payung atau dalam bahasa Ingris umbrellaberasal dari kata  latin “umbra”, bermakna bayang-bayang dan ditemukan sekitar 4 ribu tahun silam. Tetapi saat itu payung hanya dapat melindungi dari terik matahari. Kemudian bangsa China membuat payung untuk hujan yang dilapisi lilin dan lak pada kertas payung tersebut.

Payung menjadi populer di Eropa pada abad ke-16 dan menjadi asesoris wanita. Namun Jonas Hanway (1712 – 1786) seorang penulis mempopulerkannya untuk kaum pria di Inggris.

Awalnya orang Eropa membuat payung dari kayu atau tulang ikan paus dengan kain kanvas bergambar dan beraneka warna. Namun tahun 1852, Samuel Fox menemukan rangka besi untuk batang payung. [JX/Ivan Lawendatu]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here