Segera Diluncurkan Obat Anti Plak untuk Cegah Serangan Jantung

(Foto: JX/ABC News)

WASHINGTON, JIA XIANG – Sebuah obat yang bekerja mirip vaksin telah menunjukkan kemampuannya untuk menekan kolestrol “jahat” (LDL), dan mengurangi plak lemak yang dapat menyebabkan serangan jantung. Obat tersebut mengumpulkan sistem kekebalan tubuh untuk menghambat molekul-molekul yang dapat menyebabkan atherosclerosis.

Obat, yang disebut AT04A, adalah sebuah bentuk terapi kekebalan yang membidik enzim, yang disebut PCSK9, yang ikut bertanggungjawab terhadap pembentukan plak berbahaya di pembuluh koroner.

Dalam studi,  menurut Oliver Siegel karyawan perusahaan farmasi AFFiRiS dari Austria, tikus yang diberi makan pola makan gaya Barat yang berlemak membuat mereka berisiko terkena penyakit jantung, para peneliti menunjukkan AT04A mengurangi total kolestrol sebesar 53 persen dan mengurangi ukuran plak penyebab atherosclerotic sebanyak 64 persen.

“Lebih penting lagi pada tikus, kami telah menyaksikan pengurangan pertumbuhan plak tersebut yang sangat signifikan,” ujar Siegel. “Sebagai hasilnya, kami percaya pengurangan kadar LDL yang telah kami saksikan sebelumnya akan memberikan manfaat klinis, yaitu bekurangnya  plak   akan mengurangi radang yang berpotensi munculnya serangan jantung.”

Enzim Berbahaya

Dalam pengamatan selama pelaksanaan studi, diketahui AT04A mampu menggalang sistem kekebalan tubuh guna memproduksi antibodi yang menghambat enzim PCSK9 dalam sirkulasi darah tikus, demikian hasil studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal.

Pendekatan terapi kekebalan tubuh, menurut Siegel, serupa dengan vaksin. Artinya cara kerjanya  tidak membidik bakteri atau virus, namun hanya enzim yang berbahaya.

Dalam sebuah editorial yang disertakan dalam jurnal tersebut, Ulrich Laufs dari Saarland University di Jerman, dan Brian Ference dari the University of Bristol, mengamati bahwa pada orang yang mengkonsumsi obat penurun kadar kolestrol, termasuk AT04A, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes.

Namun Siegel menambahkan,  sejauh ini tak satupun hal seperti itu yang muncul pada saat studi senyawa tersebut. Para penulis editor menyatakan dalam jangka pendek, mengkonsumsi obat penurun kolestrol berdampak panjang, manfaatnya jauh melampaui sedikit risiko awal kemunculan diabetes.

Saat ini, banyak orang dengan kadar kolestrol tinggi yang mengkonsumsi obat-obatan  sehari-hari yang mengurangi kadar kolestrol LDL “jahat;” namun, ujar Siegel tingkat kepatuhannya masih kurang dari yang seharusnya.

“Apa yang telah diperlihatkan oleh beberpa studi adalah pasen, yang … pernah mengalami serangan jantung memiliki tingkat kepatuhan yang lumayan rendah dan kami bayangkan tingkat kepatuhan pasien yang belum pernah mengalami serangan jantung kemungkinan akan lebih rendah lagi,” ujar Siegel.

Plak-plak lemak yang berkembang di pembuluh jantung dapat menyumbat aliran darah, yang menyebabkan serangan jantung. Apabila ada serpihan plak yang lepas dan mengalir ke otak, serpihan tersebut dapat menyebabkan stroke. Penyakit pada pembuluh koroner adalah penyebab utama penyakit dan kematian di seluruh dunia.

Siegel mengatakan,  sebuah suntikan di bawah permukaan kulit harus diberikan setahun sekali seperti imunisasi.  Uji klinis awal pada manusia yang menguji keamanan senyawa tersebut hampir selesai, dan Siegel berharap obat penurun kolestrol, dan penghilang sumbatan akan siap dipasarkan dalam waktu beberapa tahun ke depan [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here