Sejak Pekan Lalu Cina Sudah Turunkan Harga BBM

Jia Xiang –  Pemerintah Indonesia sampai kini masih membicarakan soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan. Tampaknya perdebatan itu masih akan berlangsung lama, walaupun rencana itu kembali disuarakan kembali oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada hari Selasa (30/4/13) pada acara Musrenbangnas, di Jakarta.
Presiden sempat membeberkan juga nilai subsidi  dalam APBN.
Berbeda dengan Indonesia, pemerintah Cina ternyata Rabu (24/4/13) sudah lebih dulu mengumumkan penurunan harga jual minyak. Menurut pemerintah Cina, penurunan itu sejalan dengan melemahnya  permintaan minyak dunia. Bagi negara itu keputusan ini akan membantu mengendalikan tingkat inflasi di negara ekonomi kedua terbesar di dunia tersebut.
Harga eceran BBM akan dikurangi sebesar 395 yuan (setara 63,32 dollar AS) per ton. Sementara minyak disel dipotong sebesar 400 yuan per ton dan harga baru itu berlaku pada hari Kamis (24/4/13), demikian pernyataan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), badan perencana ekonomi negara, pekan lalu.
Dengan demikian harga BBM di Cina akan lebih rendah 0,29 yuan per liter dan minyak disel 0,34 yuan per liter.  Penyesuaian harga BBM diputuskan setelah NDRC memperkenalkan mekanisme harga baru untuk pasar domestik karena  perubahan harga di tingkat   global.
Penyesuaian kebijakan harga domestik dengan di pasar global dilakukan dalam kurun waktu 10 hari terakhir, ujar NDRC.
Sementara itu NDRC  Senin (29/4/13) menyatakan bahwa  produksi minyak mentah 51,2 juta ton di kuartal pertama tahun ini. Angka itu naik 2,3 persen di periode yang sama tahun 2012. Sedangkan   penyulingan minyak mentah di dalam negeri mencapai 109,48 juta ton untuk periode Januari –Maret, meningkat 4,4 persen per tahun.

Sedangkan produksi hasil gas alam meningkat 6,2 persen menjadi 30,6 miliar kubik meter. Impor gas alam naik 34,5 persen menjadi 13,2 miliar meter kubik. Sedangkan data per tahun produksi gas alam naik 13,4 persen menjadi 44,2 miliar kubik meter.
Merosotnya CPI
Sementara itu, Chen Qing, analis sumber daya alam ini kepada  situs chem99.com mengatakan,  harga BBM akan anjlok sekitar 6 persen setelah penyesuaian, dan ini berdampak pada merosotnya Ideks Harga Konsumen (CPI) sebesar 0,012 persen poin.
Dia berharap turunnya harga BBM dan disel ini juga akan menurunkan biaya transportasi industri sebesar 3,1 persen dan 2,15 persen di sektor logistik.
Harga BBM semakin ketat diatur, karena para pembuat kebijakan di Cina sangat mengkhawatirkan dampak dari inflasi di negara itu.
Sementara itu, Biro Statistik Nasional mengatakan, CPI akan naik 2,1 persen  per tahun pada bulan lalu. Angka itu paling rendah selama 10 bulan terakhir yang tercatat 3,2 persen pada bulan Februari.  Ternyata angka itu juga lebih rendah   2,4 persen CPI, ungkap para analis seperti dikutip News.cn belum lama ini.
Di bagian lain harga minyak domestik tidak akan berubah, jika harga minyak global turun tidak lebih dari 50 yuan per ton, ungkap pejabat negara itu. Sebelumnya, harga BBM domestik akan disesuaikan dengan harga-harga minyak mentah jenis Brent, Dubai, dan Cinta melonjak lebih dari 4 persen dalam waktu 22 hari kerja.
Sedangkan, Li Boqiang, Direktur Badan Riset Energi Ekonomi, Universitas Xiamen, Cina, mengatakan bahwa harga minyak domestik di Cina  sebenarnya mendekati harga di pasar internasional.
Katanya, terjun bebasnya harga emas juga membantu menurunkan harga minyak itu, dan kondisi lemahnya permintaan komoditi ini di Amerika Serikat dan Cina, dua negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Karena itu, Lin memperkirakan, permintaan minyak global akan tetap lemah di semester pertama tahun ini. Kondisi ini juga akan menyebabkan harga minyak dunia cenderung turun. [E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here