Sejarah Pluralisme yang Kuat di Jawa Timur

Surabaya, Jia Xiang – Jawa Timur memiliki sejarah kuat terhadap perjalanan pluralisme yang telah diletakkan secara lugas dalam Kitab Sutasoma yang ditulis Mpu Tantular pada zaman Majapahit.

Hal itu dikemukakan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo saat menyambut anggota Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang dipimpin Ephorus HKBP Pdt. Willem T.P. Simarmata, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu malam (26/1/14). Sejarah kuat tentang pluralisme itu menjadi bukti komitmen pemerintah dan masyarakat Jawa Timur dalam mengokohkan toleransi di daerah itu.

“Berbagai upaya dilakukan, salah satunya melalui upaya menjalin komunikasi kebangsaan yang dilakukan terus-menerus. Di Jawa Timur diletakkan dasar NKRI yang pertama, yakni Majapahit. Sejarah inilah yang harus diteladani,” kata Soekarwo sepeti dikutip Antara, Senin (27/1/14).

Jawa Timur memiliki warisan luar biasa dari ‘founding father’ bersama. Warisan tersebut mengajarkan bahwa manusia lahir di bumi untuk saling menghormati, karenanya pluralisme harus dijaga dan diperkokoh oleh semua elemen bangsa.

Sementara itu, Eporus HKBP Pdt. Dr. Willem T.P. Simarmata menyambut baik sambutan dari pemerintah Jawa Timur. Menurut dia, bangsa ini diciptakan dengan kemajemukan yang luar biasa dan kemajemukan bukan pemicu dari konflik, tapi justru pemersatu dan memperkaya bangsa ini.

“Kita bersama-sama berada dalam satu perahu, yaitu perahu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini yang harus dikawal untuk maju dan melangkah ke depan,” ujarnya.[U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here