Sejumlah 122 Orang Cina Masuk Daftar “Forbes”

Jia Xiang – Cina menjadi negara kedua yang memiliki orang kaya terbanyak di dunia, demikian laporan tahunan majalah Forbes terkait daftar orang-orang tajir, hari Senin (4/3/13).

Laporan  Forbes tahun 2013 ini memperlihatkan hasil bahwa orang kaya di Cina berjumlah 122 orang, dari Hong Kong 39 orang, dan Taiwan 26.

 

Tahun lalu jumlah  orang kaya asal Cina daratan yang masuk daftar orang terkaya di dunia hanya 95. Namun sesungguhnya angka itu turun dibanding daftar tahun 2011 yang berjumlah 110. Turunnya jumlah orang kaya itu salah satunya dipengaruhi oleh anjloknya harga saham yang mempengaruhi bisnis mereka. Namun tahun ini, dari 1.426 miliuner dalam daftar Forbes itu, 442 orang berasal dari Amerika Serikat, disusul Cina. Sedangkan Rusia menempati urutan ketiga dengan 110 orang kaya dan Jerman di urutan keempat sebesar 58 orang tajir.

 

Kepala perusahaan minuman Hangzhou, Wahaha Group Ltd,  Zong Qinghou, kembali menyandang gelar orang terkaya di Cina daratan.  Dalam daftar itu,  Zong menempati urutan ke-86 dengan jumlah kekayaan sebesar 11,6  miliar dollar AS. Dia adalah satu-satunya orang Cina daratan yang memiliki kekayaan total senilai di atas 10 mililar dollar AS sejak tahun lalu. Dia juga menjadi satu-satunya orang Cina.

 

Setelah Zong (67 tahun), diikuti oleh Wang Jianlin di urutan 128 sebagai pemilik Dalian Wanda Group Co Ltd yang mengakuisisi bioskop AMC Entertainment Holding di Amerika Serikat tahun lalu. Kemudian  di urutan 158 ada Liang Wengen, pendiri pabrik mesin konstruksi, Sany Group Co Ltd, yang juga begitu aktif mengakuisisi berbagai perusahaan di Eropa dan terus mengembangkan investasinya di Amerika Serikat.

 

Setelah itu di urutan 172 ada Robin Li, chairman dan CEO mesin pencari Cina, Baidu Inc. Dia adalah orang keempat terkaya di negeri itu. Di urutan 173 ada penguasa internet di Cina, Pony Ma, chairman  Tencent Holding Ltd.

 

Zong yang juga menjabat deputi pada Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-12, tampaknya tidak akan terpengaruh kedudukan di kepartaian negara itu, terkait status kekayaannya.

 

“Saya orang yang menghasilkan uang dari menjual airt, dan segalanya yang terkait perusahaan saya. Saya sendiri transparan, jadi tidak merasa ada tekanan sama sekali,” ungkap Zong kepada wartawan  sebelum pembukaan pertemuan tahunan  NPC, di Beijing.

 

Sementara itu, bertambahnya jumlah orang kaya Cina yang masuk dalam daftar Forbes itu sedikti banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, urbanisasi dan belanja konsumen.

 

Produk Domestik Bruto Cina naik 7,8 persen  di tahun 2012 menjadi 51,9 triliun yuan atau 8,2 triliun dollar AS. Walau pun melambat 9,3 persen dibanding pertumbuhan tahun 2011, tapi tingkat pertumbuhan tahun lalu masih yang tertinggi di antara Negara-negara ekonomi maju lainnya.

 

Sementara itu, Menurut Ann Lee, guru besar ekonomi dan finansial pada Universitas New York Amerika Serikat dan penulis buku  What the US Can Learn From China, mengatakan meningkatnya jumlah orang-orang kaya di Cina kemungkinan bukan sebuah pertanda bagus, khususnya terkait dengan ketidakseimbangan pendapatan. Kondisi itu bisa menjadi isu panas di negara tersebut.

 

“Jika para pebuat kebijakan Cina melaksanakan tugas mereka dengan benar, kelas menengah di negara itu akan tumbuh, tetapi jumlah orang-orang kaya kemungkinan juga tidak tumbuh cepat,” ujar Lee

Orang-orang terkaya Cina dan perusahaan mereka diketahui sangat aktif di pasar internasional tahun lalu.

 

Zong akhir pekan lalu mengatakan, Wahaha, pabrik minuman ringan, dan botol air, berencana mengadopsi model-model kerjasama internasional.

 

“Saya membuat susu bubuk dengan bahan dari perusahaan internasional memproduksi merek-merek lain,” tegas Zong. “In prinsip win-win  bisnis. Jika saya mengakuisisi  perusahaan asing dan measuk ke pasar luar negeri, saya mungkin akan tersingkir dari pasar. Beberapa pasar luar negeri tidak bagus, jadi para pesaing local ingin menyingkirkan kita.” [berbagai sumber/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here