Sejumlah 400 Anak per Hari Meninggal Akibat Campak

Warga di Cina sedang antre untuk imunisasi campak. (Foto: JX/Ist)

WASHINGTON, JIA XIANG – Jumlah kematian akibat campak turun 79 persen di seluruh dunia sejak tahun 2000,  terutama berkat kampanye vaksinasi massal. Namun hampir 400 anak meninggal dunia akibat penyakit itu setiap hari, menurut para ahli kesehatan global, belum lama ini.

Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, India, Indonesia, Nigeria dan Pakistan mencakup setengah dari bayi-bayi yang tidak divaksinasi dan terdapat 75 persen dari kematian akibat campak.

Dalam sebuah laporan mengenai upaya-upaya global untuk “membuat campak sejarah”, badan PBB untuk anak-anak UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga-lembaga lain mengatakan perlawanan masih dihambat bukan oleh kurangnya alat atau pengetahuan, tapi oleh kurangnya kemauan politik untuk membuat setiap anak mendapat imunisasi melawan penyakit yang sangat menular itu.

“Tanpa komitmen ini, anak-anak akan terus tewas karena penyakit yang dapat dicegah dengan mudah dan murah,” ujar Robin Nandy, Kepala Imunisasi di UNICEF.

Kampanye massal vaksinasi campak dan peningkatan cakupan vaksin rutin secara global diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 20,3 juta anak-anak yang hidup antara tahun 2000 dan 2015, menurut laporan tersebut.

Namun cakupan tersebut belum merata, dan di beberapa negara, mayoritas anak-anak tidak divaksinasi. Tahun 2015, sekitar 20 juta bayi luput diberikan suntikan vaksin campak dan diperkirakan 134.000 anak-anak meninggal karena penyakit tersebut.

Campak adalah virus yang sangat menular dan menyebar melalui kontak langsung dan melalui udara. Penyakit ini adalah salah satu pembunuh terbesar untuk anak-anak di seluruh dunia, namun dapat dicegah oleh dua dosis vaksin yang tersedia secara luas dan tidak mahal.  [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here