Sekitar 2.000 Wisatawan Kunjungi Klenteng Kwan Tie Miau

PANGKALPINANG, JIA XIANG – Klenteng Kwan Tie Miau, yang merupakan klenteng tertua di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, menjadi obyek wisata selama perayaan Cengbeng di sini. Para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang berkunjung ke klenteng ini sebanyak 2.000-an pelancong.

Menurut Pengurus Klenteng Kwan Tie Miau A Kiong di Pangkalpinang, Rabu (5/4/17), sebagian besar yang ke klenteng dengan tujuan sembahyang. “Setiap Cengbeng dan hari besar keagamaan Kong Hucu lainnya banyak perantau dan wisatawan menyempatkan diri sembahyang dan berdoa di klenteng ini,” ujarnya.

Selain bersembahyang, lanjutnya, mereka juga tertarik dengan sejarah klenteng. “Pengunjung tidak hanya sembahyang tetapi juga ingin mengetahui sejarah pendirian klenteng ini,” paparnya. Dibangun pada 1846, lanjutnya, Klenteng Kwan Tie Miau merupakan salah satu bukti sejarah kedatangan rakyat dari Tiongkok untuk bekerja di tambang timah di Pulau Bangka dan Belitung.

Pada puncak atap klenteng, yang didominasi warna merah, terdapat lingkaran hitam putih sebagai simbol keseimbangan Ying dan Yang. Simbol ini, jelasnya, melambangkan keberuntungan, rejeki, dan kebahagiaan.

“Masyarakat masih mempercayai bahwa klenteng ini dapat membawa keberuntungan dan kebahagian, sehingga masyarakat Tionghoa lokal dan luar daerah selalu menyempatkan diri untuk sembahyang dan berdoa di klenteng ini,” ujar A Kiong.

Warga kota keturunan Tionghoa yang akan merantau, lanjutnya, akan terlebih dahulu sembahyang dan berdoa agar mendapatkan keberuntungan di rantau.

“Bagi mereka yang sukses di rantau selalu datang dan menyumbangkan dana dan berbagai kebutuhan serta sarana pendukung ibadah di klenteng ini,” kata A Akiong.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here