Sel Induk Digunakan untuk Obati Katarak

(Foto: JX/Ist)

BEIJING, JIA XIANG – Para peneliti di Tiongkok dan Amerika Serikat telah mengembangkan sistem pengobatan baru untuk menyembuhkan katarak dengan sel induk. Dalam sebuah uji coba, sistem baru ini ternyata mampu memulihkan indera penglihatan bayi dan kemungkinan dapat digunakan untuk orang dewasa.
Pengobatan yang dilakukan oleh oleh para dokter dan staf di Fakultas Kedokteran Universitas California, dan Universitas Sichuan dan Sun Yat-sen di Tiongkok. Hasil pengobatan ini diterbitkan di jurnal ilmiah Nature edisi 9 Maret lalu.
Katarak adalah kekeruhan atau kabut pada lensa mata sehingga membuat pandangan menjadi tidak jelas dan jernih. Operasi katarak yang khas adalah menghilangkan kabut pada lensa mata.
Sebelumnya sistem operasi baru ini telah diuji pada hewan dan selama percobaan klinis kecil pada manusia. Bedah sistem baru ini sedikit rumit dibandingkan operasi yang ada sekarang, dan dalam mampu memperbarui fungsi visual di semua 12 pasien anak penderita katarak menjalani operasi baru itu.
Sebuah katarak kongenital – lensa mata berkabut atau berawan terjadi pada saat anak lahir atau sesudah lahir – menjadi penyebab utama kebutaan pada anak-anak.
Namun dalam sebuah penelitian baru, Kang Zhang, Kepala Genetika Mata di Institut Mata Shiley, UC San Diego, bersama beberapa rekannya mengandalkan potensi regeneratif sel induk endogen dalam mengatasi katarak ini.
Menurut Zhang, sel-sel induk endogen ada di dalam tubuh. Sel-sel ini berbeda dari sel induk lain yang biasanya dikembangkan di laboratorium, ditransplantasikan ke pasien, dan dapat berisiko penolakan kekebalan tubuh, infeksi atau pembentukan tumor.
Zhang mengatakan kepada CBS News, “Kami menyusun operasi baru untuk membuat lubang yang sangat kecil di sisi kantong lensa yang katarak, menghilangkan katarak dari dalam, sehingga memungkinkan terbukanya proses penyembuhan, dan mempromosikan sel lensa induk aktif untuk menumbuhkan kembali lensa, dengan penglihatan yang sama sekali baru.”
Percobaan sistem baru penyembuhan katarak pada manusia melibatkan 12 bayi di bawah usia 2 bulan. Sedangkan 25 bayi lainnya menjalani perawatan bedah standar. Hasilnya, pada kelompok terakhir mengalami peradangan pasca operasi lebih tinggi, mengalami hipertensi okular dini dan kekeruhan pada lensa meningkat.
Sementara, menurut para ilmuwan, 12 bayi yang menjalani operasi sistem baru lebih sedikit mengalami komplikasi dan proses penyembuhannya jauh lebih cepat. [JX/Chindaily/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here