Sensasi Segelas Kopi Joss

Jia Xiang – Dari bentuk fisik, Kopi Joss tampak tidak berbeda seperti kopi lain pada umumnya, yaitu berwarna hitam pekat. Tetapi ciri khasnya justru pada cara penyajiannya.

Seperti biasa bubuk Kopi Joss yang ada di dalam gelar diseduh dengan air mendidih, lalu menjadi hitam kental. Kemudian dua buah arang yang membara, diambil dari anglo atau wadah pembakaran arang tradisional,  dimasukan ke dalam gelas itu.

“Arangnya dijamin bersih karena hanya digunakan sekali dalam pembakaran, jadi tidak ada abunya,” ujar Mul peracik Kopi Joss kepada Jia Xiang Hometown saat berlangsungnya Festival Kuliner Serpong di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (7/9/13).
Mul juga menguraikan bahwa saat dimasukkan ke dalam gelas, arang yang masih membara itu akan  padam dengan mengebulkan asap tipis. Nah dari asap itulah tercium aroma khas Kopi Joss.

Bila ada arang di dalam gelas memang tampak aneh, tapi jika diperhatikan sekilas maka arang tersebut tampak seperti batu es sebagai pelengkap racikan Kopi Joss.

Menurut Mul, mereka  mengolah sendiri kopi dari biji kopi yang disangrai dan ditumbuk. Setelah itu diseduh dengan air panas lalu dicampur arang. Rasanya lebih nikmat dan saat meminumnya,  ada sensasi lain yang dirasakan, seperti yang juga dilakukan penggemar kopi di luar negeri.

“Kalau di Yogyakarta, Kopi Joss biasa dijual pada malam hari dan menjadi minuman penghangat tubuh. Arang yang dibuat khusus itu memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh,” ujar Mul.

“Arangnya itu berasal dari kayu sambi yang langsung didatangkan dari Kalimantan. Khasiatnya bisa untuk menghilangkan sakit perut, panas dalam, perut kembung,  untuk menjaga kebugaran, dan menghilangkan rasa lelah,” kata Mul.

Arang yang dipanaskan diatas 250 derajat celcius tersebut menjadi karbon aktif yang berguna mengikat polutan dan racun, sehingga tak heran bila Mul mengatakan ada khasiat saat memilih Kopi Joss sebagai penambah pengalaman terhadap jajanan tradisional dari Yogyakarta ini.

Lalu, mengapa dinamakan Kopi Joss? Karena saat arang yang masih membara dimasukan ke dalam kopi yang baru saja diseduh itu, akan timbul suara jos yang keras,  sehingga orang-orang menyebutnya dengan nama Kopi Joss. Mul menceritakan, di Yogja, Kopi Joss sudah ada sejak 1929, dan menjadi minuman para petinggi kota itu.[JX/Yuv/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here