Sepakbola Khas Jerman Redam Agresivitas Ukraina

Pemain Jerman, Shkodran Mustafi (2) saat membobol gawang Ukraina di babak pertama kala menghadapi Ukraina.

MARSEILLE, JIA XIANG – Tim Jerman yang berhasil memaksimalkan penguasaan bola saat menghadapi Ukraina membawa mereka unggul 2 – 0. Gaya bermain khas Jerman yang berkembang maksimal mampu meredam permainan cepat tim Ukraina.

Pada laga Piala Eropa 2016 grup C yang berlangsung di Stade Pierre Mauroy, Lille, Senin (13 /6/16) dinihari, sejak pertandingan dimulai Jerman berusaha membangun permainannya secara sistematis dari lini ke lini. Namun hal itu tak berjalan mudah pada babak pertama karena Ukraina bukanlah tim sembarangan. Baru pada babak kedua Der Panzer bisa mewujudkannya dengan baik.

Jerome Boateng, Benedikt Höwedes, Shkodran Mustafi, dan Jonas Hector yang mengisi barisan pertahanan bermain cukup disiplin. Bahkan Boateng dan bek kiri Hector cukup agresif membantu serangan hingga ke area pertahanan Ukraina, walaupun Höwedes yang ada di kanan tak sebaik Hector. Saat itu Höwedes menggantikan bek tangguh Hummels
yang sedang cidera.

Sementara di sektor gelandang, Sami Khedira, Julian Draxler, dan Toni Kroos cukup kreatif menggalang permainan guna membuka peluang bagi Mario Götze, Mesut Ozil, serta Thomas Müller yang bertugas sebagai penyerang. Aksi mereka berkali-kali mengancam gawang Ukraina yang dijaga kiper Andriy Pyatov.

Akibatnya pada menit ke-18 jala gawang Ukraina bergetar karena sundulan Shkodran Mustafi melesak masuk ke gawang Pyatov, skor pun menjadi 1- 0 dan tak berubah hingga akhir babak I. Gol tersebut berawal dari bola mati hasil tendangan bebas Toni Kroos di sektor kiri pertahanan Ukraina, menyusul pelanggaran yang dilakukan pemain Ukraina.

Karakter sepakbola khas Jerman yang berdisiplin tinggi dan sabar menjaga ritme permainan dapat mereka kembangkan dengan baik. Dengan cara itu, kecepatan dan power yang diandalkan Ukraina bisa diredam oleh Der Panzer Jerman. Bahkan menjelang penghujung babak kedua, gempuran Jerman ke pertahanan Ukraina makin gencar.

Pada menit ke-90, pelatih Jerman Joachim Loew menarik keluar Mario Gotze dan memasukkan Bastian Schweinsteiger yang dicadangkan karena pernah cidera. Tak lama berselang, persisnya di menit ke-91 Schweinsteiger kembali mengoyak gawang Ukraina.
Saat itu Ozil yang menusuk dari sisi kiri lapangan mengirim umpan datar diagonal ke arah tengah yang disambar sepakan kaki kanan Schweinsteiger dan mengubah skor menjadi 2- 0.

Aksi Schweinsteiger itu membuat stadion bergemuruh oleh sorak-sorai pendukung Jerman. Sementara dari pinggir lapangan, para official tim Jerman bersorak kegirangan.

Namun demikian, Ukraina yang diasuh pelatih Mykhaylo Fomenko juga memberi perlawan sengit dan sempat beberapa kali mengancam gawang Jerman yang dijaga Manuel Neuer. Beruntung Neuer tampil gemilang dan gawangnya tak kebobolan.

Setidaknya ada 3 kali gempuran berbahaya pemain Ukraina yang dipatahkan Neuer. Kepiawaiannya membaca arah serangan lawan dan penempatan posisi yang akurat membuat Neuer mampu mengatasi gempuran hebat anak-anak Ukraina itu.

Selain Neuer, kiper Ukraina, Andriy Pyatov juga tampil luar biasa. Upayanya menyelamatkan gempuran Jermam dapat menghindarkan tim Ukrania dari kebobolan lebih dari dua gol.

 

Susunan Pemain:
Jerman: Manuel Neuer, Shkodran Mustafi, Jonas Hector, Benedikt Höwedes, Sami Khedira, Mesut Ozil, Julian Draxler (André Schürrle, 78), Thomas Müller, Jerome Boateng, Toni Kroos, Mario Götze (Bastian Schweinsteiger).

Ukraina: Andriy Pyatov, Yevhen Khacherid, Taras Stepanenko, Andriy Yarmolenko, Roman Zozulya (Seleznyov, 66), Viktoe Kovalenko (Zinchenko, 74), Yevhen Konoplyanka, Viacheslav Shevchuk (C), Sergiy Sydorchuk, Artem Fedetskiy, Yaroslav Rakitskiy.

[JX/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here