Separuh dari 2.000 Orang Kaya di Cina Tak Berpendidikan Tinggi

Zong Qingou (Foto: JX/Ist)

BEIJING, JIA XIANG – Separuh dari 2.000 miliuner di Cina ternyata tidak berpendidikan tinggi alias tidak bergelar sarjana, demikian laporan baru yang diterbitkan oleh Institut Riset Hurun.

Laporan tahunan  Daftar Orang Kaya Cina 2017 versi Hurun, yang diterbitkan Kamis (17/2/17),  memperlihatkan bahwa separuh dari 2.000 pengusaha dengan total aset sebesar sekitar 2 miliar yuan atau 300 juta dollar AS, tanpa bergelar sarjana.

Rupert Hoogewerf, Kepala Penelitian dari institut itu mengatakan bahwa “orang-orang kaya ini mungkin tidak berhasil bila diukur dengan standar sosial saat ini, namun mereka justru berhasil dan menciptakan perusahaan-perusahaan besar, sehingga membuat saya berpikir seorang pahlawan tidak akan muncul dari mana-mana.”

Laporan itu mendaftar top 100 pahlawan, dengan Zong Qinghou, bos Wahaha Grup, salah satu perusahaan  produsen minuman ringan  terbesar Cina, menempati urutan teratas.

Menurut Hurun, Zong (72 tahun) dari Provinsi Jiangsu, menempati urutan 41 dalam Daftar Orang Kaya Global versi Hurun 2016 dan berada di posisi 5 pada Daftar Orang Kaya Cina 2016, dengan total kekayaan mencapai 19 miliar dollar AS. Zong sempat di urutan no 1 di Daftar Orang Kaya Cina tahun 2012 yang kekayaannya baru mencapai 12,6 miliar dollar AS.

Laporan terbaru Hurun itu mengatakan bahwa Zong memulai usahanya setelah lulus dari sekolah menengah dan kemudian mendirikan Wahaha tahun 1988. Selama lebih dari 20 tahun, dia membangun kerajaan minuman ringan dan kini menjabat deputi pada Kongres Rakyat Nasional.

Yang juga masuk dalam daftar itu adalah pengusaha bidang teknologi, Jia Yueting, Kepala LeEco, yang lahir di Provinsi Shanxi tahun 1973. Dia menjadi pekerja di bidang internet setelah lulus dari sekolah kejuruan. Lalu ada juga  Pemimpin SOHO Cina, Pan Shiyi, pengusaha properti, yang lahir tahun 1963 dan hanya lulus dari sekolah kejuruan.

Dibandingkan dengan mereka yang bergelar sarjana, rata-rata kekayaan pengusaha top 100 yang berlatarbelakang pendidikan tinggi hanya 24,9 miliar yuan, lebih sedikit 9,6 miliar yuan dibanding mereka yang pendidikannya lebih rendah.

Laporan itu menyebutkan rata-rata usia mereka enam tahun lebih tua dibanding para pengusaha yang usianya sudah lebih dari 70 tahun, hanya satu di top 100 itu yang berpendidikan tinggi berusia lebih dari 70 tahun.

Banyak orang kaya yang tidak mengeyam pendidikan tinggi umumnya bergerak di bidang manufaktur, dan hanya sedikit yang berherak di sektor finansial atau industri TI. Khususnya 24 persen bekerja di bidang real estat dan 19 persen lainnya di sektor manufaktur. Sedangkan 24 persen lainnya dari top 100 berpendidikan tinggi bergerak di bidang finansial dan investasi dan 15 persen di sektor TI. [JX/Globaltimes/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here