Setara Institut Kecam Wali Kota Jakarta Selatan Larang Jemaat GBKP Ibadah

Penolakan atas Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu. (Foto: Ist.W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menyayangkan sikap Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi yang melarang kegiatan ibadah oleh jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (1/10/16), dinyatakan bahwa pelarangan, merupakan pelanggaran serius atas kebebasan beribadah yang dijamin oleh UUD 1945. Apapun alasannya, lanjut Tigor, Pemerintah Kota Jakarta Selatan tidak boleh membatasi hak fundamental beribadah, apalagi hanya dengan alasan teknis soal IMB dan penolakan warga yang tidak berdasar.

“Setara Institute mengecam keras sikap Wali Kota Jakarta Selatan yang menerbitkan surat bernomor: 887/-1.856.21 bertanggal 30 September 2016,” ujar Tigor.

Sikap Wali Kota, tuturnya, tidak sejalan dengan sikap Gubernur Basuki, yang dalam beberapa kasus justru bersikap tegas dan membela kebebasan beragama dan beribadah. “Basuki harus bersikap tegas dalam soal ini dan memberikan teguran keras pada Wali Kota, yang justru tunduk pada tekanan massa dan rekomendasi FKUB yang unfair dan tidak adil dibanding untuk patuh pada Konstitusi RI,” ucap Tigor.

Sebagai barometer keberagaman agama dan heterogenitas penduduk, lanjutnya, Jakarta harus menjadi oase bagi kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah. “Kegagalan mengelola keberagaman di Jakarta akan menimbulkan preseden buruk di tempat lain,” dia mengingatkan.

Tigor pun berpandangan revisi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Mendagri terkait pendirian tempat ibadah adalah kebutuhan mendesak. Sebab, PBM tersebut telah menjadi pasung diskriminasi yang terjadi di banyak tempat dan menimpa banyak kelompok agama minoritas.

Sudah hampir genap dua tahun, paparnya, Presiden Joko Widodo mengabaikan soal penanganan masalah intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan. “Inilah waktu yang tepat bagi Jokowi menunjukkan keberpihakan dan pembelaannya pada keberagaman,” tuturnya.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here