Shaugetang, Keceriaan Warga Qingyuan

QINGYUAN, JIA XIANG – Kota Qingyuan di Daerah Otonomi Liannan Yao letaknya di daerah pegunungan di utara Canton. Ini adalah satu-satunya tempat tinggal dari Paiyao di Tiongkok. Daerah ini juga menjadi kawasan populer untuk Pesta Bernyanyi Shuagetang. Pesta nyanyian ini adalah acara budaya berskala besar yang diadakan pada hari ke-16 bulan lunar kesepuluh oleh suku minoritas Yao.
Sebenarnya kegiatan itu adalah festival tradisional terbesar, terutama populer di desa-desa dari enam kota – Sanpai (termasuk Nangang), Woshui, Daping, Xiangping (termasuk Panshi), Sanjiang (termasuk Jinkeng).shuagetang_songfest_of_yao_minoritycf14c0e6b4dddb00bcfb
Festival nyanyian Shuagetang yang diselenggarakan oleh suku minoritas Yao ini untuk menyebarkan pengetahuan sejarah dan sekaligus merayakan panen setelah bekerja keras selama satu tahun. Pertunjukan khusus yang ditampilkan pada pesta itu meliputi pemujaan leluhur, Chugetang, tari Guozhou, tari tambur panjang, bernyanyi dan nyanyian antiphonal (nyanyian pendek mengikuti liturgi Kristen Barat tradisional), Fazhen, tarian mengejar dan mengalahkan rakasa berwajah hitam.
Menurut data sejarah, di Periode Hongwu semasa Dinasti Ming (1368-1398), ketika Paiyao pada zaman keemasannya, pesta nyanyian Shuagetang itu sudah lengkap. Hingga saat ini, setidaknya memiliki sejarah 600 tahun.
Jadi, sebenarnya pesta nyanyian Shaugetang adalah upacara untuk menghormati luluhur Liannan Paiyao, meretrospeksi sejarah, merayakan panen, memuji para pahlawan, dan menyebarkan pengetahuan. Namun perlu diingat bahwa festival ini juga merupakan momen di mana pria dan wanita muda berbicara tentang cinta, dan warga berkumpul bersama untuk bernyanyi dan menari.
Pesta besar ini berlangsung selama tiga hari, dan diadakan setiap tiga atau lima tahun sekali. Sementara pesta nyanyian berskala kecil hanya berlangsung selama satu hari, dan diadakan setiap dua atau tiga tahun sekali pada hari ke-16 bulan lunar kesepuluh, tepat di hari ulang tahun Raja Pangu.
Orang-orang Yao selalu mempersiapkan pesta ini jauh-jauh hari. Biasanya dilakukan di awal bulan keenam dan ketujuh tahun ini, dan setiap keluarga mulai menyimpan sereal, kedelai, dan menyiapkan makanan untuk hewan seperti babi, sapi, ayam, dan bebek. Pada saat yang sama, Tianchanggong (pemimpin Paiyao), Toumugong (asisten pemimpin) dan para tetua desa itu akan membahas persiapan festival itu termasuk anggarannya.
Dan kemudian mereka mulai mengumpulkan dana dari masing-masing keluarga. Uang tersebut akan digunakan untuk memperbaiki dan merawat patung Raja Pangu dan leluhur lainnya. Selain itu dana tersebut juga digunakan untuk membeli anggur, daging, dupa, lilin dan kebutuhan lain untuk pesta bernyanyi itu.
Selanjutnya setiap keluarga kemudian akan memberitahu dan mengundang kerabat dan teman-teman untuk bergabung dalam kegembiraan tersebut pada waktu yang ditentukan. Sehari sebelum festival itu digelar, warga desa mulai mempersiapkan aneka makanan dengan bahan dasar aneka hewan dan kebutuhan lainnya yang sudah dikumpulkan sejak awal. Bahkan mereka juga mulai membuat kue beras, minuman dari anggur beras dan menerima tamu dari segala arah. [JX/cultural-china.com/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here