Siapa Pelaku Ledakan Bom di Manchester?

Kondisi di sekitar lokasi ledakan bom Manchester Arena. (Foto: JX/CNN)

MANCHESTER, JIA XIANG – Banyak pihak masih berspekulasi bahwa bom yang meledak di Manchester Arena saat konser penyanyi AS, Ariana Grande, Senin (22/5/17) malam, adalah hasil sebuah serangan teroris.  

Bahkan kepolisian setempat pun masih menyelidiki penyebab ledakan itu. Tetapi badan anti teror kepolisian Inggris justru menyatakannya kemungkinan serangan teroris. Hal ini belum pasti, karena itu Kepolisian Kota Manchester terus menyelidiki sambil berupaya mengontak para keluarga korban.

Yang pasti jumlah korban tewas meningkat. Sampai saat ini sudah 22 orang tewas, termasuk beberapa anak. Sedangkan jumlah korban tewas 59 orang.

Namun sejauh ini belum ada klaim pihak yang bertanggungjawab atas serangan di Manchester tersebut. Tetapi beberapa para pejabat  Amerika Serikat menggambarkan bahwa serangan ini serupa dengan peristiwa pada November 2015, yang dilakukan kelompok militan di ruang konser Bataclan dan tempat lain di Paris, Perancis. Akibatnya 130 orang tewas.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menegaskan, insiden itu dianggap sebagai serangan teroris, dan menjadi aksi militan paling mematikan yang terjadi di Inggris sejak empat warga Inggris yang membunuh 52 orang dengan bom bunuh diri tahun 2005.

Menurut laporan berbagai media termasuk BBC yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri, para perwira senior yang membidangi kontra-terorisme segera menggelar pertemuan di London. Namun ada laporan, walau belum terkonfirmasi, dari dua pejabat Amerika Serikat – yang tidak bersedia disebutkan namanya – menduga bahwa serangan itu dilakukan oleh pengebom bunuh diri. Hasil penyelidikan sementara kepolisian menyebutkan ledakan terjadi di area serambi Manchester Arena.

Wartawan BBC Tim Ashburner, yang berada di lokasi kejadian, telah mewawancarai sejumlah relawan paramedis, yang merawat orang-orang yang terluka, mengatakan sebagian besar korban “kemungkinan terluka akibat pecahan peluru”.

Tidak lama setelah ledakan, Stasiun kereta api Victoria di Kota Manchester Victoria, yang dekat dengan lokasi konser, ditutup dan semua jadwal kereta dibatalkan.

Satu Orang

Polisi setempat mengatakan,  penyerang itu tewas setelah meledakan diri pada pukul 10.33 waktu setempat di Manchester Arena, yang mampu menampung 21.000 orang.

“Sampai tahap ini, kita yakin, serangan semalam itu dilakukan oleh satu orang,” ungkap Kepala Kepolisian Manchester, Ian Hopkins kepada wartawan. “Prioritasnya adalah mengetahui apakah dia melakukannya sendiri atau bagian dari sebuah jaringan. Penyerang itu… tewas di tempat. Kita yakin penyerang itu membawa alat peledak yang bisa diledakan.

Polisi berbincang dengan penonton Konser Ariana Grande di sekitar lokasi ledakan bom. (Foto: JX/BBC)

Ariana Grande sendiri dalam Twitter  menyatakan: “Hancur. Dari dalam hati saya yang paling dalam. Saya mohon maaf. Tidak ada yang bisa saya katakan”.

Sementara PM Inggris Theresa May, yang akan menghadapi pemilihan dalam dua setengah minggu ke depan mengatakan,” hati saya kini bersama para korban dan keluarga mereka.

Karena itu, May dan Jeremy Corbyn, pemimpin  oposisi dari Partai Buruh, sepakat menunda kampanye menjelang pemilihan 8 Juni mendatang.

Sedangkan Presiden Cina, Xi Jinping juga mengirim ucapan bela sungkawa kepada Ratu Elizabeth, demikian laporan media Cina.

Sementara Presiden AS, Donald Trump, Selasa (23/5/17) menyatakan orang-orang di belakang serangan Manchester sebagai “pecundang” dan mengulangi seruannya untuk mengusir teroris.
“Saya menyampaikan belasungkawa  terdalam saya kepada mereka yang sangat terluka dalam serangan teroris ini,  dan kepada banyak orang terbunuh dan keluarga, begitu banyak keluarga dari para korban. Kami berdiri dalam solidaritas mutlak dengan orang-orang di Inggris,”  tegas Trump.[JX/CNN/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here