Siapa pun Pelakunya, Tetap Dapat Dihukum

Jia Xiang – bisakah anda bayangkan, jika bocah laki-laki  berusia 11 tahun  di Selandia Baru  sudah menjadi  seorang  ayah.  Lalu bagaimana bocah tersebut  bisa berstatus seorang ayah?   Apa sebenarnya yang terjadi?
Ternyata hal tersebut merupakan hasil hubungan intim bocah tersebut dengan seorang wanita dewasa berusia 36 tahun,  yang tidak lain adalah ibu dari salah satu teman sekolahnya.   Lalu bagaimana hukum di Selandia Baru melihat kejadian  ini?
Hukum di Selandia Baru  mengatur bahwa pasal pemerkosaan hanya bisa dijeratkan kepada  pria dengan ancaman  hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan wanita yang memaksa pria untuk berhubungan seks hanya bisa dijerat pasal kekerasan seksual yang ancaman  hukumannya  maksimal  14 tahun penjara. Lalu bagaimana jika kasus ini terjadi di Indonesia?
Menurut Ketua Pelaksana Harian Komnas Peduli Anak Indonesia, Ferry Juan SH  kepada  Jia Xiang Hometown, Sabtu (15/6/13),  di Jakarta,  anak laki-laki  di bawah umur yang melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang wanita dewasa tetap dapat dihukum, namun ancaman hukuman di Indonesia berbeda dengan  Selandia Baru. Indonesia ancamannya hanya separuh dari  ancaman huikuman maksimal orang dewasa di Selandia Baru, ujarnya.
Dalam kasus di Selandia Baru itu,   apakah  wanita dewasa tersebut  merasa dirugikan.  “Kalau merasa dirugikan harusnya lapor ke polisi,   karena pelaku tidak bisa dituntut jika tidak ada pengaduan,”  jelas Ferry.
Seorang anak yang melakukan tindak pidana pemerkosaan  tetap harus dihukum,  karena hukum di Indonesia tidak mengatur apakah bocah itu mengerti atau tidak dengan tindakan yang dilakukannya.  “Karena perbuatannya melanggar hukum, maka  tidak ada permakluman untuk  itu. Yang pasti wanita tidak bisa dijerat dengan pasal pemerkosaan,”  ungkapnya.
Lalu bagaimana bila bocah itu  ternyata dipaksa oleh wanita dewasa untuk melakukan perbuatan terlarang?  Kata Ferry Juan, ini merupakan  bentuk eksploitasi anak, dan bagi wanita dewasa  yang melakukannya terhadap anak di bawah umur,  bisa dikenai pasal eksploitasi terhadap anak dan sanksinya pidana,”  tukasnya.  [A1/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here