Sinergitas Tinggi Pemimpin Daerah

Oleh: Iman Sjahputra

Ada-ada saja memang orang menduga, menerka atau apa pun namanya. Walau pun tidak mengetahui hal yang dibicarakan, yang penting memang menebak saja dulu. Mungkin itu yang terlintas di benak orang yang melihat pertemuan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prawono, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Kang Emil.

Pertemuan mereka, Kamis (25/2/16) ini, menang menambah ramainya suasana menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta, yang masih setahun lagi. Tetapi yang namanya media, selalu ada saja hal yang dikait-kaitkan pertemuan ketiga tokoh ini dengan pemilihan gubenur.

Berbagai pertanyaan dilontarkan kepada ketiga tokoh ini oleh para wartawan tidak lain juga seputar siap tidaknya Ganjar maupun Kang Emil bersaing “menantang Ahok” di pemilihan Gubernur DKI.
Berbagai pertanyaan seputar “tantang-menantang” Ahok ini pun ditepis oleh Ganjar dan Kang Emil.

Yang pasti menurut mereka bertiga, ada hal lain di luar persoalan politik dalam pembahasan mereka. Bukan calon gubernur, pemilihan gubernur atau lainnya, tetapi justr bertukar pikiran dan membahas persoalan-persoalan terkait pembangunan di daerah masing-masing.

Terlepas dari hal-hal penting yang mereka bahas, pertemuan mereka sebenarnya bukti kecerdasan para pemimpin di daerah untuk tidak segan dan tak malu belajar dari kebaikan daerah masing-masing. Melepaskan arogansi daerah, adalah hal penting dalam mensukseskan kerja para pemimpin di daerah. Ganjar ingin belajar, Ahok ingin belajar, dan Kang Emil juga ingin belajar.

Sama-sama ingin menimba ilmu dari keunggulan pemerintah daerah masing-masing. Tidak ada yang salah untuk bisa saling belajar. Keinginan untuk mau belajar itu, tidak lain adalah keinginan untuk memajukan daerah masing-masing. Keinginan untuk maju ini juga dilandasi oleh pemahaman dan sungguh mengerti kebutuhan dan hal-hal yang diperlukan oleh daerahnya sendiri. Pemimpin ini pun mengetahui kesulitan yang dihadapi, dan salah satu jalan keluarnya adalah bertanya dan belajar kepada pihak lain yang memiliki persoalan sama dengan daerahnya.

Inilah yang ditujukkan oleh ketiga pemimpin, Ganjar, Ahok, dan Kang Emil. Mereka tidak segan-segan belajar dengan pihak lain, membahas, dan membicarakan persoalan masing-masing. Ujung-ujungnya adalah bukan hanya kepentingan daerah semata, tetapi seluruh negeri tercinta ini.

Ada hal menarik yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo kepada media yaitu bahwa mereka bertiga berbicara soal Merah Putih. Artinya kita bisa menerka, apa arti kata Merah Putih. Secara jernih ini dapat diartikan berbicara soal bangsa dan negara ini. Dengan kata lain berbicara membangun daerah masing-masing dengan sinergitas yang tinggi, berbagi pengalaman di antara tiga pemimpin daerah ini.

Alangkah baiknya bila sinergitas ini terbangun bukan hanya di tangan mereka bertiga, tetapi seluruh pemimpin daerah di negeri ini. Untuk melakukan ini, harus ada kemauan dan keinginan yang tulus dari masing-masing pemimpin secara pribadi. Melepaskan ego pribadi dan kedaerahan, serta kepentingan partai, adalah kunci utama untuk mau berpikir soal kepentingan rakyat, pembangunan, dan mengentaskan masalah lainnya di daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here