Singapura Berencana Lacak Perusahaan Pembakar Hutan

Jia Xiang – Kabut asap yang melanda wilayah Singapura hari Rabu (19/6/13) sore mencapai angkat tertinggi yang pernah dialami negeri itu. Bahkan pada pukul 22.00 waktu setempat, angka polusi itu mencapai indeks tertinggi  yaitu 321, ungkap Badan Lingkungan Nasional (NEA) Singapura, dalam situs webnya hari Kamis (20/6/13), di Singapura.
Untuk itulah pemerintah Singapura berencana menggunakan satelit untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan di Pulau Sumatera, Indonesia.
Menurut situs Channel NewsAsia, sebelum mencapai angka tertinggi itu, dalam catatan NEA terlihat angka indeks cenderung meningkat yaitu di atas 300,  sehingga masuk kategori “berbahaya”.  Sebelum  indeks polusi 300, catatan NEA sempat mencapai level 137 pada pukul 18.00  yang masuk kategori “tidak sehat”. Setelah itu pada pukul 22.00 indeks polusi itu tercatat 321.
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dalam akun Twitternya menyatakan kecewa dengan angka indeks polusi Rabu malam. kemarin dan berencana untuk bertemu dengan menteri-menteri lainnya, Kamis pagi guna membahas polusi di negeri itu.
Sementara itu,  Angkatan Bersenjata Singapura menghentikan semua aktivitas latihan tanpa batas dan mereka diberi masker, demikian laporan surat kabar Straits Times,  Kamis pagi.
Kabut asap saat ini kemungkinan bisa mengganggu industri jasa seperti pariwisata, ungkap Wai Ho Leong, ekonom dari Barclays Plc di Singapura. Bahkan tempat rekreasi The Gardens yang terletak pinggir pantai, dalam situs webnya mengatakan akan menutup beberapa atraksi jika indeks polusi menunjukkan angka di atas 100. [Bloomberg.com/E4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here