Singapura Pastikan 41 Kasus Zika Terjadi di Negaranya

(Foto: JX/Dok)

SINGAPURA, JIA XIANG – Pemerintah Singapura memastikan adanya 41 kasus virus Zika yang menular secara lokal, demikian dinyatakan kementerian kesehatan negara itu. Sebagian besar orang terinfeksi adalah pekerja bangunan warga asing dan mereka tinggal atau bekerja di kasawan sama di negara itu.
Tidak seorangpun dari mereka diketahui mengunjungi daerah terjangkit Zika akhir-akhir ini. Dilaporkan sebanyak 34 orang telah sembuh tetapi tujuh orang lainnya masih di rumah sakit.
Zika pada umumnya menampakkan efek ringan tetapi dikaitkan dengan sejumlah cacat lahir. Virus ini diduga menyebabkan microcephaly, dengan kelahiran bayi berukuran kecil. Zika menyebar lewat nyamuk, tetapi penularannya dapat juga terjadi lewat hubungan seksual.
Penyakit ini sempat dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat dunia oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Februari lalu. Singapura menyatakan kasus Zika pertama dari luar negeri pada bulan Mei ketika seorang penduduk berumur 48 tahun mengunjungi Brasil saat wabah mulai terjadi.
Sementara dari Taiwan diberitakan bahwa Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan, Senin (129/8/16) mengeluarkan peringatan perjalanan (travel alert) level 2, berkunjung ke Singapura. Hal ini karena laporan penularan virus Zika di Singapura.
Peringatan CDC itu juga ditujukan bagi warga Taiwan yang perempuan, sedang hamil, dan perempuan yang merencanakan kehamilan disarankan untuk lebih berhati-hati. Peringatan perjalanan level 1 adalah saran kewaspadaan dan pencegahan penyakit. Level 2 mendesak kehati-hatian tingkat tinggi dan tindakan perlindungan yang ketat. Sementara level 3 adalah imbauan kepada agen perjalanan menuju atau dari destinasi tertentu.
Saat ini CDC mengeluarkan peringatan perjalanan level 2 untuk 58 negara dan wilayah yang dilaporkan terkena infeksi virus Zika, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Indonesia. Negara-negara itu menjadi jalur terpadat lalu lintas manusia ke dan dari Taiwan.
Di Indonesia, beberapa waktu lalu Lembaga Penelitian Biologi Eijkman Jakarta menyatakan sudah mendeteksi virus Zika di Jambi dalam sampel darah. Hal ini terjadi setelah munculnya wabah DBD di wilayah tersebut pada tahun 2014-2015 lalu. [JX/BBC/CNA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here