Sistem E-PUPNS Bantu Awasi PNS Fiktif

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, sistem Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil secara elektronik (E-PUPNS) belum maksimal. Namun yang pasti sistem ini bisa membantu mengawasi dan melihat PNS-PNS fiktif, yang sudah tidak terdaftar namun masih menerima gaji.

Justru dengan sistem online ini, tambah Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota, Jumat (29/4/16), pihaknya tahu kondisi kepegawaian itu.

Menurut  Ahok, dulu pegawai yang sudah dipenjara, atau berhenti masih menerima gaji. Dia mencontohkan, dulu ada di  Biro KDH, ada narkoba kemudian pelakunya ditangkap. “Nah kita belajar dari situ,” ungkap Ahok.

Semantara sistem online yang diterapkan BKN  itu, tambahnya, sejalan dengan sistem Key Performance Indicator (KPI) yang diterapkan oleh Pemprov DKI. Terutama untuk mengawasi kinerja PNS di lingkungan Pemprov DKI.

Menurut gubernur, kalau tidak dengan sistem online dan dipadukan dengan KPI, maka tidak mungkin mengawasi 70.000 PNS di lingkungan pemprov ini. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here