Skandal Doping Rusia Tak Merusak Citra Olimpiade Rio

Thomas Bach. (Foto: JX/ist)

RIO DE JANEIRO, JIA XIANG – Skandal doping yang menimpa Rusia tidak merusak citra penyelenggaraan Olimpiade Rio de Janiero 2016, demikian diungkapkan oleh Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, Minggu (31/7/16).IOC mengatakan telah membentuk panel yang terdiri dari tiga orang. Mereka akan memutuskan apakah atlet Rusia dalam berkompetisi di Rio setelah sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Badan Anti Doping Dunia (WADA). Laporan itu menuduh Rusia negara yang mendukung program doping tersebut.
“Saya pikir peristiwa ini tidak akan merusak Rio. Saya percaya orang akan menyadari situasi sulit yang kita alami,” tegas Bach kepada wartawan di Rio de Janeiro. “Kita berupaya sebaik mungkin untuk mengatasi situasi ini dengan cara melindungi para atlet yang bersih.”
Laporan WADA, yang dipublikasikan awal bulan ini, mengusulkan larangan bagi atlet-atlet Rusia untuk berlaga di Rio, dengan tuduhan mereka telah menikmati keuntungan dari program doping selama empat tahun di hampir semua cabang olahraga olimpik. Namun tuduhan itu pun dibantah oleh pemerintah Rusia.
Karena itu, IOC meminta federasi internasional untuk memutuskan atlet-atlet mana saja yang dapat berkompetisi, tetapi menyebutkan panel yang baru dibentuk itu akan memberikan kata akhir.
Sejauh ini ada sekitar 250 atlet Rusia yang dinyatakan berpartisipasi dalam Olimpiade Rio. Tetapi Thomas Bach menyangkal bahwa IOC telah ditekan oleh Kremlin sejak munculnya publikasi laporan WADA tentang doping tersebut.
“Saya belum pernah berbicara dengan para pejabat Rusia mana pun sampai kini,” ujarnya. “Kita harus mencari pemecahan situasi ini, sebelum Olimpiade Rio dimulai dan kemudian, kita akan punya banyak waktu untuk menganalisis keadaan lalu mempelajarinya.”
Menurut IOC, akan ada 4.500 tes urin dan 1.000 tes darah selama Olimpiade Rio 5 Agustus – 21 Agustus. [JX/berbagai sumber/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here