Soal Larangan Masuk ke AS, John Kelly Akui Perintah Trump Terlalu Terburu-buru

John Kelly (Foto: JX/VOA)

WASHINGTON, JIA XIANG – Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, John Kelly,  mengakui pemberlakuan perintah eksekutif Presiden Trump,  terkait larangan masuk ke Amerika Serikat (AS) bagi warga dari tujuh negara Muslim, terlalu terburu-buru.

Dalam dengar pendapat di komisi DPR,  Selasa (7/2/17), Kelly mengatakan dia bertanggung jawab karena gagal menginformasikan kepada Kongres tentang langkah presiden, yang menimbulkan kekacauan di berbagai bandar udara.

“Tujuannya adalah memberlakukannya sesegara mungkin, sehingga orang-orang yang berpotensi membahayakan bagi kita tidak akan memanfaatkan waktu yang ada bagi mereka naik pesawat dan datang ke sini, atau mencapai Amerika dengan cara-cara lain,” jelasnya.

Presiden Donald Trump sudah menandatangani perintah eksekutif yang melarang masuknya warga negara dari tujuh negara selama 90 hari. Negara-negara itu adalah Iran, Irak, Libia, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Namun, larangan itu untuk sementara ditangguhkan sambil menunggu hasil gugatan di pengadilan. Dengan demikian, warga negara dari tujuh negara, yang semula dikenai larangan, untuk sementara boleh masuk ke AS selama memegang visa negara itu.

Namun pemeriksaan di bagian imigrasi diperketat dan sebagian harus menunggu berjam-jam. John Kelly mengatakan dia memperkirakan jumlah negara yang dikenai larangan tidak akan bertambah.

Ditambahkan oleh Kelly, tembok pembatas dengan Meksiko mungkin sudah akan dibangun dalam waktu dua tahun. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here