Soal THAAD, AS Harus Jelaskan Ketegasan Sikap Pada Cina

(Foto: JX/Ist)

WASHINGTON, JIA XIANG – Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS)  dengan  Cina, dan terkait penempatan sistem anti rudal AS di Korea Selatan, para pakar menyarankan agar AS kembali harus mengirim pesan yang tegas selama pertemuan puncak yang akan diselenggarakan bulan depan bahwa langkah AS tidak bukan tindakan agresif.

Keputusan AS-Korea Selatan untuk menempatkan sistem anti rudal yang dikenal sebagai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Semenanjung Korea diambil bulan Juli, setelah Pyongyang menguji coba rudal-rudalnya tahun lalu.

Cina telah berulang kali mengecam tindakan AS tersebut, dengan bersikukuh bahwa radar sistem tersebut dapat mengintai wilayahnya dan mengamati militernya. Adanya THAAD, Beijing ditengarai  akan melakukan tindakan balasan ekonomi terhadap Seoul.

Washington meningkatkan usaha diplomatiknya untuk menjembatani perbedaan dengan Cina terkait persoalan THAAD. Namun kedua pihak tampaknya masih jauh dari kesepakatan.

Menurut Menlu Cina, Wang Yi, menegaskan ketidaksetujuannya atas THAAD selama pertemuan pekan lalu di Beijing dengan Menlu AS, Rex Tillerson, ujar juru bicara Kemenlu Cina, Rabu (22/3/17). Sedangkan  Joseph Yun, Utusan Khusus Deplu AS untuk kebijakan Korea Utara, mengatakan kepada rekannya dari Korea Selatan, Kim Hong-kyun, bahwa Tillerson berbicara “dengan sangat tegas” kepada Cina  dengan menekankan bahwa THAAD adalah tindakan defensif  terhadap potensi perluncuran rudal Korea Utara.

“Menteri Luar Negeri mengatakan,  dalam sebuah pertemuan pribadi,  bahwa melakukan pembalasan terkait sistem pertahanan, seperti yang telah dilakukan oleh Cina, adalah sesuatu yang tidak diharapkan, dan sesuatu yang membuat kami semakin prihatin,” ujar diplomat AS hari Rabu. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here