Suap Pejabat Negara Asing, JP Morgan Didenda

JP Morgan Chase (Foto: JX/Rtr)

WASHINGTON, JIA XIANG – JP Morgan Chase, salah bank terkemuka di Amerika Serikat (AS) harus membayar  264 juta dollar AS untuk menyelesaikan klaim atas tuduhan  menyewa anak-anak pejabat Cina yang hanya untuk mendapat bisnis di negeri tirai bambu itu.
Departemen Kehakiman menyebutkan, kasus  “suap dengan nama lain”  dapat mengancam keamanan nasional.

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Departemen Kehakiman (DOJ) AS mulai menginvestigasi pada tahun 2013.  JP Morgan bank akan membayar 130 juta dollar AS kepada SEC karena melanggar UU Praktek Korupsi Luar Negeri. Mereka juga harus membayar membayar 72 juta dollar AS kepada Departemen Kehakiman AS dan  61,9 juta dollar AS kepada Dewan Gubernur Bank Sentral.

UU Praktek Korupsi Luar Negeri secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS  membayar pejabat pemerintah asing untuk membantu mengamankan bisnis mereka. Ini adalah salah satu UU anti suap paling ketat di dunia.

JP Morgan diketahui telah merancang skema untuk menyewa calon dinyatakan yang tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan perbankan investasi bergengsi,  semata-mata karena mereka diperkenalkan ke bank oleh pejabat yang bisa memberikan bisnis pada JP Morgan.
Namun JP Morgan tidak membayar secara langsung kepada para pejabat Cina itu. Tetapi pemerintah AS memutuskan  apa yang mereka lakukan adalah hal serupa.

Langgar UU

Dalam beberapa kasus, DOJ mengatakan bahwa calon dipekerjakan dengan  pemahaman bahwa pekerjaan itu terkait penghargaan dari bisnis yang spesifik. Namun pekerjaan itu sama besarnya dengan korupsi.

Sedangkan SEC mengatakan bahwa lebih dari tujuh tahun, sekitar 100 karyawan magang dan tetap, dipekerjakan  atas permintaan pejabat pemerintah asing, kemungkinan JP Morgan yang  memenangkan atau mempertahankan bisnis yang menghasilkan pemasukan lebih dari 100 juta dollar AS.

“Karyawan JP Morgan tahu perusahaan itu berpotensi melanggar (UU-Red), namun tetap menjalankan program perekrutan yang tidak tepat,  karena imbalan bisnis dan penawaran baru dianggap terlalu menguntungkan.”

Menurut Kara Brockmeyer dari  SEC, kesalahan itu “begitu terang-terangan bahwa para bankir JP Morgan  telah menciptakan pengangkatan karyawan vs dokumen pendapatan untuk melacak aliran uang.

William Sweeney dari DOJ mengatakan: “Ketika pejabat asing di antara mereka yang terlibat dalam suap, maka akan mengancam sistem pasar bebas internasional dan keamanan nasional kita.” [JX/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here