Sulawesi Selatan Diharap Presiden Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur

Presiden Joko Widodo (Foto: JX/SMH)

JAKARTA, JIA XIANG – Provinsi Sulawesi Selatan bagi Presiden Joko Widodo bisa menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi, bahkan Kawasan Timur Indonesia.

Hal tersebut berdasar data pertumbuhannya yang signifikan. “Tahun 2016 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan 7,4 persen. Ini angka di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan hampir separuh atau sekitar 49,6 persen perekonomian di Pulau Sulawesi, terletak di Sulawesi Selatan,” papar Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas Provinsi Sulawesi Selatan di Jakarta, Selasa (2/5/17).

Dalam rapat terbatas ini, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para Menteri Kabinet Kerja di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Menurut Presiden, Sulawesi Selatan bisa menjadi simpul utama konektivitas yang menghubungkan antardaerah di Indonesia Timur. “Saya yakin Sulawesi Selatan bisa tumbuh lebih cepat lagi dengan fokus pada pengembangan sektor pertanian dan Perikanan, sektor pengolahan dan perdagangan,” ujarnya.

Kepala Negara mengungkapkan data sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, terutama tanaman pangan masih merupakan sektor yang dominan dalam perekonomian Sulawesi Selatan dengan kontribusi sebesar 23,29 persen.

“Saya minta pengembangan sektor pertanian ini terus betul-betul diperhatikan karena sektor Ini, bukan saja menyerap banyak tenaga kerja, tapi bisa menjadi pintu masuk untuk mensejahterakan rakyat, utamanya petani kita,” perintah Presiden.

Presiden menegaskan selalu menekan hal tersebut karena ingin perekonomian Indonesia bisa tumbuh secara berkualitas, karena dengan pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan pendapatan.

Untuk menopang pertumbuhan sektor pertanian, Presiden minta infrastruktur pendukung, seperti bendungan, saluran irigasi harus dipersiapkan dengan baik.

“Begitu juga dengan akses permodalan melalui skema KUR dan juga pengembangan industri pengolahan yang berkaitan dengan kesiapan tenaga listrik, suplai air baku sampai dengan infrastruktur jalan, tranportasi termasuk kereta api dan Pelabuhan harus juga di siapkan,” kata Presiden.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here