Sulit Bagi Manchester United Jadi Kekuatan Dominan

Jose Mourinho. (Foto: JX/Ist)

MANCHESTER, JIA XIANG – Manchester United “tidak siap menjadi kekuatan dominan” di Liga Primer dan para pendukung harus melupakan kemungkinan United bisa kembali meraih kejayaan seperti pada era Sir Alex Ferguson.

Hal itu diungkapkan Jose Mourinho saat diwawancarai BBC Sport, yang kini mengarsiteki klub berjuluk  “Setan Merah”. Dia mengatakan mustahil, United bisa sedominan dulu, ketika mereka meraih 13 gelar juara Liga Primer.

“Lupakanlah. Jangan mencoba untuk kembali seperti 10, 20 tahun lalu karena itu tidak mungkin lagi,” ujarnya.

Selama tiga musim kompetisi sejak Ferguson pensiun, United menempati peringkat tujuh, empat, dan enam. Pada musim ini, Utedn berada pada posisi enam. Mourinho tidak yakin dalam waktu dekat United bisa kembali menjadi langganan juara Liga Primer setiap tahun.

“Kami tidak siap menjadi Manchester United. Kami tidak siap menjadi kekuatan dominan. Kami tidak siap mencoba dan memenangi semuanya. Karena sifat alami klub ini dan juga diri saya, kami siap bertarung di setiap pertandingan, merebut semua angka. Tapi ada ruang antara ambisi klub besar dan posisi nyata kami saat ini,” tegas Mourinho.

Meski anak-anak asuhannya memenangi Community Shield, Agustus lalu, serta Piala Liga bulan lalu, Mourinho tidak puas.

“Banyak tim lainnya akan menyelesaikan musim ini tanpa piala. Namun kami harus bertarung untuk empat besar, kami harus berjuang untuk Liga Champions. Raihan piala tidak cukup untuk mengatakan musim ini telah rampung,” tutur pria yang menandatangani kontrak tiga tahun lalu pada Mei lalu untuk menggantikan Louis van Gaal.

Sejak Mourinho menduduki kursi manajer, United  telah menghabiskan £150 juta untuk gelandang Paul Pogba, Henrikh Mkhitaryan, pemain bertahan Eric Bailly, serta mendatangkan penyerang Zlatan Ibrahimovic secara cuma-cuma.

Kendati demikian, pria asal Portugal itu mengatakan kebijakan transfer United sebelum dia mengambil alih, membuatnya risau.

Menurut Mourinho, ada tiga pemain yang seharusnya tidak dijual, yakni Angel di Maria yang kini memperkuat Paris Saint Germain, Javier Hernandez yang sekarang membela Bayer Leverkusen, dan Danny Welbeck yang dilepas ke Arsenal.

“Saya melihat klub yang payah. Manchester United menjual pemain-pemain yang tidak akan saya jual, membeli pemain yang saya tidak akan saya beli,” ujarnya, tanpa merinci pemain mana yang tidak ingin dia rekrut.

Tanpa Mourinho menyebut secara eksplisit, United tampak melepas gelandang Morgan Schneiderlin ke Everton dan pemain depan Memphis Depay ke Lyon pada jendela transfer Januari lalu.

Kemudian, mantan kapten timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, tidak dimainkan. Terakhir, bek kiri Luke Shaw hanya diizinkan berlaga sebanyak tujuh kali di Liga Primer sejak direkrut seharga £27 juta dari Southampton pada 2014.

Mantan pelatih Real Madrid dan FC Porto itu mengaku akan tetap dapat menggaet pemain kalaupun United gagal melangkah ke Liga Champions musim depan. Dia merujuk pemain-pemain yang didatangkan musim ini, meski United dipastikan  “hanya”  berlaga di kompetisi kelas dua, Liga Europa.

“Manchester United sangat kuat, tidak perlu berada di Liga Champions untuk memikat pemain-pemain terbaik.  Zlatan bisa saja masih berada di Paris. Mkhitaryan bisa saja masih berada di Borussia Dortmund. Pogba bisa masih bertahan di Juventus. Kami bisa menarik pemain-pemain karena mereka tahu Manchester United cepat atau lambat akan ke sana,” ujarnya. “Jika ada pemain memutuskan tidak bergabung karena itu (United  tidak berlaga di Liga Champions), maka saya gembira mereka tidak datang.”  [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here