Susi Susanti: Lebih Mudah Merebut Daripada Mempertahankan Gelar

Praveen Jordan/Debby Susanto (Foto: JX/BBC)

BIRMINGHAM, JIA XIANG – Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susi Susanti, berharap agar gelar juara All England yang diraih Praveen Jordan/Debby Susanto, tidak menjadi beban pada turnamen tersebut tahun ini.

“Sebagai juara bertahan, memang bisa menjadi beban tersendiri, lebih mudah merebut daripada mempertahankan gelar,” kata Susi sambil menambahkan  bahwa ganda campuran ini memahami tugas dan tanggung jawab yang diberikan, sehingga mereka berharap bisa tampil maksimal.

Menurut Susi, ganda campuran ini ingin juara beberapa kali, tak hanya sekali.

Praveen/Debby memang menjadi andalan tim Indonesia di ajang bergengsi All England, yang digelar di Birmingham, Inggris, 7-12 Maret 2017.  Tahun lalu mereka di luar dugaan tampil cemerlang dan menjadi juara dengan membungkam pasangan papan atas baik dari Cina maupun dari Denmark.

Soal persiapan, Susi mengatakan sudah berjalan baik dan tidak menemui kendala berarti. Susi -yang beberapa kali menjuarai tunggal putri All England dan medali emas Olimpiade Barcelona 1992- berharap Praveen/Debby akan kembali juara di All England, seperti yang dicatat senior mereka, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang sudah tiga kali juara di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

Sementara itu, ganda campuran Indonesia lainnya, Tontowi/Liliyana,  juga terjun di ajang ini dengan modal antara lain medali emas yang mereka raih di Olimpiade Rio tahun lalu. Namun Liliyana dilaporkan tidak dalam kondisi puncak akibat cedera lutut,  dan Susi memastikan kondisinya sudah membaik,  siap bertanding.

Kali ini Indonesia menurunkan 23 pemain di berbagai sektor, tapi harapan juara ditumpukan ke ganda campuran dan ganda putra.  “Target Indonesia memang meraih satu gelar juara, dari ganda campuran atau ganda putra karena dari sisi prestasi dari dua sektor inilah terdapat peluang untuk juara,” jelas Susi.

Di nomor ganda putra, Indonesia mengirim pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang saat ini dikenal sebagai pasangan terbaik Indonesia dengan menempati peringkat lima dunia.

Mereka diharapkan bisa meneruskan langkah pasangan senior, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang kini sudah berpisah.  Hendra sekarang berpasangan dengan pemain veteran Malaysia, Tan Boon Heong. Pasangan multinasional ini berharap masih bisa berbicara di All England.

Boon Heong menjuarai All England tepat 10 tahun lalu bersama Koo Kien Keat. Di putaran pertama, Hendra/Boo Heong langsung berhadapan dengan Kevin/Marcus. [JX/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here