Syarat Dukungan Bakal Direvisi, Ahok Tanggapi Santai

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai disebut-sebut pasti mencalonkan kembali di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. Tapi ada wacana baru dalam Pilgub DKI mendatang, khususnya tentang jalur perseorangan atau independen yang bakal ditempuh oleh sang petahana.

Ahok, sapaan karib Basuki, diusung oleh relawan “ Teman Ahok”. Organisasi yang digawangi oleh Amalia Amaningtyas itu akan menghadapi usulan dari kalangan DPR- RI terkait syarat Calon Kepala Daerah-Calon Wakil Kepala Daerah dari jalur independen.

DPR akan mengusulkan perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) khususnya Pasal 41. Mahkamah Konstitusi telah mengubah syarat dukungan sebanyak 6,5-10 persen dari jumlah pemilih dalam DPT terakhir. Rencananya DPR akan merevisi syarat dukungan bagi calon independen menjadi 10-15 persen dari jumlah pemilih atau 15-20 persen dari jumlah pemilih.

Menanggapi hal itu, Gubernur Ahok tidak mau menampik kenyataan yang akan dihadapinya. “Boleh saja, saya kira tidak masalah mau usul bagaimana, yang penting kan itu sudah diputuskan oleh MK, saya mah ikut saja,” ungkapnya santai di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/16).

Terkait usulan DPR soal syarat naiknya dukungan, ditanggapi juga oleh Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik. Ia menyatakan usulan itu bagus karena terlihat lebih adil seperti persentase yang disyaratkan kepada Parpol.

“Bagus. Pertama, memang harus sama kalau maju. Kedua, tidak usah takut kalau bakal dipilih,” tutur Taufik di lantai 9 Gedung DPRD DKI Jakarta, pada hari yang sama.

Ia menegaskan, jika DPR RI yang mengungkapkan hal itu, bukan berarti ingin menyudutkan Ahok. Karena persyaratan itu berlaku di seluruh Indonesia.

“Itu kan bukan buat DKI sekarang, buat seluruh Indonesia. Ini tidak ada hubungannya dengan Ahok,” ujarnya.

Senada dengan ungkapan Taufik, Ahok pun tidak merasa usulan DPR sebagai penjegalan dirinya maju kembali sebagai Gubernur pada 2017 nanti. “Biasa saja. Tidak bisa dibilang jegal juga. Kunfayakun, kalau jadi ya jadi,” katanya.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here