“Tahi Lalat” Bisa Jadi Pertanda Adanya Kanker Di Tubuh

JAKARTA, JIA XIANG – Jika pada satu ketika di tubuh kita tumbuh tahi lalat baru, maka kebanyakan dari kita tak begitu ambil pusing dengan hadirnya bercak kecil hitam itu. Namun dari sisi medis, munculnya tahi lalat baru di kulit patut dicermati karena bias saja menjadi pertanda munculnya penyakit kanker.

Sebagaimana dilansir oleh salah satu media di Inggris yang memuat penelitian para ahli dalam jurnal bertajuk Plos One, disebutkan bahwa para ahli medis telah melakukan survei terbaru pada 1700 orang dewasa di Inggris tentang perilaku mereka saat mengetahui ada tahi lalat baru yang muncul di tubhuhnya. Hasilnya, para responden itu sebagian besar mengabaikan dan tak mencermati dengan teliti tahi lalat tersebut. Mereka sama sekali tak tergerak untuk memeriksakan dirinya ke dokter atau ahli kanker.

Survei yang didanai oleh badan amal Cancer Research Inggris tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari University College London dan dipimpin oleh Dr Katriina Whitaker, seorang peneliti senior di Negara tersebut. Mereka yang menjadi objek penelitian adalah orang-orang berusia 50 tahun atau di atasnya yang diberikan daftar 17 gejala-gejala yang timbul pada dirinya setelah munculnya tahi lalat baru. Para responden itu diminta menunjukkan gejala-gejala yang mereka alami dalam kurun waktu tiga bulan belakangan.

Mereka diharapkan pendapatnya apakah gejala yang mereka rasakan pada tubuhnya itu membuat mereka berpikir atau berusaha mencari penjelasannya dari dokter atau ahli medis.

Sejumlah daftar tanda-tanda munculnya kanker yang disodorkan pada respponden antara lain adalah; adanya perubahan tampilan pada tahi lalat tersebut, terjadi perubahan pada kebiasaan buang air besar, adanya perubahan yang terasa kandung kemih, mengalami batuk atau suara serak, menderita sakit berkepanjangan, merasa sulit menelan sesuatu, terjadi perubahan pada berat badan, adanya rasa nyeri, ada benjolan, dan mengalami pendarahan.

Menurut hasil survei tersebut, kebanyakan orang tidak menghubungkan gejala-gejala tersebut sebagai tanda-tanda penyakit kanker. Malah yang mereka dicurigai adalah gejala penyakit lain seperti arthritis, kista, infeksi, dan faktor usia tua.

“Ini mungkin karena orang-orang ketakutan dengan penyakit dan enggan untuk menyebutkannya, mereka berpikir tidak mungkin ada kanker pada dirinya, ujar Dr Katriina Whitaker.

Sementara daftar gejala lainnya yang tidak ada hubungannya dengan kanker yang disodorkan kepada responden yaitu sesak napas, pusing, sakit kepala, sakit tenggorokan, perasaan kurang nyaman di pikiran, merasa lelah atau kurang bertenaga, dan rasa nyeri di dada.

Para responden memandang gejala-gejala ini sebagai sesuatu yang tidak membahayakan. Namun dari 53 persen responden yang dilaporkan punya pengalaman dengan penyakit kanker, hanya dua persen saja dari mereka yang benar-benar mencari solusinya kepada pihak medis.[JX/Berbagai sumber/Van]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here