Tai Chi Jaga Keseimbangan Tubuh dan Pikiran di Usia Lanjut

(Foto:JX/kccukarica.rs)

BOSTON, JIA XIANG – Orang lanjut usia  yang sering berlatih tai chi – praktek meditasi Cina yang menggabungkan pernapasan dalam,  dan gerak lambat dan lembut – kemungkinan  membuat kondisi tubuh mereka lebih kuat dan seseorang takkan mudah terjatuh,  dibanding  rekan-rekan seusia mereka yang tidak melakukan latihan senam itu, demikian sebuah hasil penelitian terbaru.

Peneliti itu mengkaji data dari 18 uji coba tai chi untuk pencegahan jatuh  yang melibatkan 3.824 peserta usia 65 dan lebih tua.

Dari hasil analisis ternyata tai chi mampu mengurangi risiko sebesar 20 persen bagi seseorang untuk terjatuh.  Bahkan dari mereka yang mengikuti senam tai chi risiko terjatuh bisa turun hingga 31 persen.

“Ini adalah penemuan yang cukup signifikan karena tai chi merupakan kegiatan yang dapat dengan mudah diajarkan dan bahwa orang dapat melakukan secara mandiri di rumah atau di tempat kerja mereka atau di tempat lain dalam sebuah kelompok,” kata Jean-Michel Brismee, peneliti terapi fisik di Texas Tech University Health Sciences Center dan Pusat Medis Universitas di Lubbock.

Jadi, Brismee,  dalam hal biaya dan  memelihara kesehatan itu penting,  karena orang tidak perlu pergi ke gym atau fasilitas khusus, sebab mereka dapat melakukannya di mana saja.

Di seluruh dunia, sekitar 40 persen orang berusia di atas 65 tahun dan separuh  dari  jumlah orang berusia di atas  80 tahun mudah sekali terjatuh setiap tahun, demikian catatan para peneliti dalam BMJ Open.  Terjatuh sering dikaitkan dengan penurunan yang cukup besar dalam mobilitas, kemandirian dan kualitas hidup, serta merupakan penyebab utama kematian pada orang dewasa yang lebih tua.

Untuk penelitian ini, Zhi-Guan Huang dari Guangzhou Sport University di Cina dan rekan-rekannya menganalisis data dari percobaan yang diterbitkan yang secara acak terhadap orang dewasa yang lebih tua  dalam menjalani pelajaran tai chi atau bergabung dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan pelajaran senam ini.

Secara keseluruhan, 10 orang lanjut usia perlu berlatih tai chi untuk menghindari tubuhnya terjatuh sekali saja, Huang dan rekan memperkirakan.

Ketika peneliti memperhitungkan seberapa sering orang lanjut usia perlu berlatih tai chi, berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk senam ini, gaya tai chi dan risiko terjatuh secara individu, mereka masih menemukan bahwa latihan ini terkait dengan penurunan risiko terjatuh.

Kadang-kadang risiko terjatuh muncul lebih kecil,  tetapi perbedaan antara kelompok tai chi dan kelompok kontrol terlalu kecil untuk mengesampingkan kemungkinan bahwa itu karena kebetulan.

Karena itu, meningkatkan frekuensi sesi tai chi dari sekali seminggu, menjadi tiga kali seminggu terkait  dengan peningkatan dramatis dalam pengurangan risiko terjatuh, yaitu dari 5 persen menjadi 64 persen.

Bias

Satu Keterbatasan dari studi ini adalah bahwa data yang diuji dari percobaan tersebut bahwa para partisipan tahu hal yang sedang diujikan dan kapan mereka menjalaninya. Hal ini berpotensi hasil yang bias.

(Foto: JX/sevendaysvt.com)

Namun demikian, hasil dari penelitian sebelumnya, memperlihatkan tai chi justru dapat meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan lutut bertambah, serta mengurangi risiko terjadi di orang lanjut usia, ujar Dr Chenchen Wang, Direktur Center for Complimentary and Integrative Medicine at Tufts Medical Center, Boston, Amerika Serikat.

“Banyak komponen penting  seperti: latihan, teknik pernapasan, kesadaran tubuh, fokus, tingkat kesadaran, keseimbangan dan fungsi, pandangan dan rileksasi,’ ungkap Wang, juga terlibat dalam studi ini. “Komponen-komponen ini juga berdampak positif bagi kesehatan melalui meningkatnya kemujaraban pribadi,  berfungsinya psikososial, depresi dan dapat membantu pasien memacu kepercayaan diri, juga membantu keseimbangan dan koordinasi tubuh, sehingga terhindar dari terjatuh.”

Sifat kompleks urutan latihan tai chi juga dapat mendukung fungsi kognitif karena membutuhkan usaha yang stabil untuk mengkoordinasikan beberapa gerakan pada saat yang sama, kata Dr. Roma Lauche dari University of Technology di Sydney dan  the Australian Research Center in Complementary and Integrative Medicine.

Untuk pasien tua yang lemah yang tidak bisa pergi ke gym dan latihan konvensional, atau mereka dengan preferensi  intervensi rileksasi pikiran/tubuh, sifat lambat dan gerakan mengalir dari tai chi mungkin menjadi pilihan yang tepat, tambah Lauche.  [JX/Rtr/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here