Tak Ada Ciri Khas Khusus Pecinan di Washington DC

(Foto-foto: JX Iman Sjahputra)

WASHINGTON, JIA XIANG – Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa Chinatown, Washington D.C, Amerika Serikat tidak begitu besar bila dibandingkan dengan Chinatown San Francisco dan New York. Selain lokasinya kecil, Chinatown Washington tidak banyak menunjukan adanya ciri kekhasan sebagaimana Pecinan lainnya.

Sebut saja dalam kultur budaya, arsitektur bangunan, dan kebersamaan. Pecinan Washington D.C. tidak menampakan sebagai perkampungan orang-orang Tionghoa di perantauan. Berkumpulnya kelompok orang Tionghoa di satu perkampungan bukan hal yang asing, karena mereka berbudaya dan bertradisi sama .

Bagi mereka yang beragama Buddha, mereka akan bersembahyang pada hari besar agama dan merayakan event tradisi yang sama. Maka tidak heran mereka yang berdomisili di daerah yang sama akan berkumpul. Apalagi pendatang orang Tionghoa dahulu yang ke Amerika Serikat kebanyakan berkomunikasi dengan dialek Kanton, Hok Kkien atau Tio Chiew.

Tapi kondisi ini tidak tampak pada masyarakat Tionghoa di Washington, karena tidak tampak adanya kompleks khusus bagi warga Tionghoa untuk bermukim. Mereka hanya membuka toko di H dan I street (Jalan H dan Jalan I) dan berdagang barang-barang khusus impor dari Tiongkok.

Selain itu juga ada yang berbisnis restoran dan cafe. Dalam pengamatan Jia Xiang Hometown di Jalan I, ada satu restoran yang sangat ramai dikunjungi warga dan turis. Restoran Chinatown Express berdiri sejak 15 tahun lalu. Usaha ini dikelola oleh Lin Han. Kepiawaan Lin adalah membuat dan memasak mie di dapur terbuka dan menyajikan kepada tamu tamu yang datang.

Mie yang disajikan itu berupa mie lebar dengan daging bebek panggang. Rasanya nikmat sekali. Namun restoran ini tidak hanya menawarkan mie bebek saja, tapi ada menu Chinese food lain. Tapi yang menjadi andalan Lin adalah mie bebek. Dalam kunjungan Jia Xiang Hometown pada malam hari, sekitar jam 19.00 beberapa waktu yang lalu terlihat banyak pelanggan yang mencicipi masakan Lin khususnya mie bebek panggang. Menurut Jia Xiang, menu mie lebar bebek panggang banyak dipesan para pembeli.

Namun perlu disadari porsi mie-nya agak tergolong besar, biasanya disebut jumbo. Tidak heran bila satu porsi tidak akan habis kalau dimakan sendiri, apalagi sayatan daging bebeknya juga besar, sehingga pelanggan perlu memperhatikan ukuran porsinya sebelum memesan.

Sementara itu keberadaan Chinatown Washington D.C. itu sendiri bisa ditandai dengan adanya gapura yang berarsiktektur negari tirai bambu. Dari kejauhan ukuran gapura yang tingginya sekitar 6 meter yang sangat menyolok mata. Namun bila ditelusuri kedalam Jalan H dan I hanya ada beberapa toko Tionghoa yang melakukan kegiatan bisnis. [JX/Iman Sjahputra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here