Tak Ada IMB, Bangunan di Pulau D Disegel

Rencana reklamasi Jakarta. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta, Gamal Sinurat mengakui Dinas Penataan Kota DKI sudah menyegel atas bangunan yang ada di atas Pulau D di utara Jakarta. Menurut dia, awalnya Pemprov DKI tidak mempermasalahkan soal reklamasi pulau tapi tidak dengan izin pembangunan di atas pulau tersebut karena itu berkaitan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kegiatan reklamasi tetap jalan untuk yang sudah ada izin karena sudah ada dasar hukumnya. Cuma kan sesudah reklamasi, kan mau bangun tuh, nah belum bisa pembangunannya. Karena belum ada payung hukumnya,” kata Gamal kepada Jia Xiang di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/4/16).

Menurut dia, ada satu perusahaan yang sudah mendirikan bangunan di salah satu pulau reklamasi di utara Jakarta. “Setahu saya, ada satu pulau di Pulau D, ada yang bilang C, tapi saya belum pernah lihat kalau itu. Kalau D sudah saya pastikan, sudah ada bangunan seperti ruko,” lanjut Gamal.

Dia mengakui, PT Kapuk Naga Indah yang merupakan anak perusahaan dari perusahaan pengembang Agung Sedayu Group menyalahi aturan karena mendirikan bangunan tanpa IMB.

“Tentunya, untuk kasus-kasus seperti ini ada ketentuannya. Nanti kalau IMB untuk mereka terbit, tentu setelah ada payung hukumya, dia akan kena denda penalti,” jelasnya.

Gamal menekankan, aturan itu sudah ada di dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung.

“Saat mereka mengajukan izin, mereka akan dihitung denda pendirian bangunan tanpa IMB. DKI kan punya data mereka saat penertiban segel seperti sekarang disegel. Kan bisa di-track,” papar Gamal.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here