Tak Suka Kunjungan DPR, Sentul City Teror Kades dan Warga

JAKARTA, JIA XIANG – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Wahidin Halim menilai somasi yang dilayangkan pihak Sentul City kepada Kepala Desa (Kades) Bojong Koneng, H. Agus Syamsudin dan satu warga lainnya, yaitu H. Deni Gunarja adalah tindakan yang berlebihan. Terlebih, somasi tersebut juga ditembuskan kepada pimpinan DPR RI.

Somasi yang dilayangkan Sentul City ini terkait dengan kedatangan anggota Komisi II DPR Adian Napitupulu dalam kunjungan masa reses pada 8 Maret 2015 lalu ke desa tersebut untuk menyerap dan mendengar asiparasi masyarakat.

“Terlalu berlebihan kalau di somasi. Dan saya kira setiap anggota DPR mempunyai hak konstitusional untuk datang ke masyarakat untuk menyerap aspirasi,” kata Wahidin ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (26/3/15).

Ia juga mengatakan Komisi II DPR salah satunya memang membidangi pertanahan, sehingga kedatangan Adian ke masyarakat sesuai dengan tugasnya. “Itu (Adian – red) anggota kita, harus kita bela karena itu sesuai dengan tugas-tugas kita,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan masyarakat tidak perlu trauma terkait teror dengan somasi yang dilayangkan Sentul City. Sebab, masyarakat memiliki hak untuk mengundang anggota dewan, dan anggota dewan memiliki kewajiban untuk menyerap aspirasi. “Tidak diundang saja kita memang harus datang,” tandasnya.

Informasi dari warga, somasi yang dilayangkan pihak Sentul City ini bermula dari undangan masyarakat Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor terhadap anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu.

Acara tatap muka dan serap aspirasi masyarakat tersebut berlangsung pada 8 Maret 2015 dan dihadiri oleh banyak masyarakat. Namun keesokan harinya 9 Maret 2015, Sentul City melayangkan somasi kepada Kepala Desa Bojong Koneng, H. Agus Syamsuddin dan satu warga lainnya, yaitu H. Deni Gunarja terkait yg menjadi pengundang di acara tersebut.

“Jadi satu hari setelah masyarakat desa mengundang anggota komIsi II DPR RI, Pak Adian Napitupulu, saya selaku kepala desa mendapat somasi dari pihak Sentul City,” tutur Haji Agus Syamsudin, Kades Bojongkoneng saat ditemui di Bogor.

Ia menambahkan bahwa surat somasi tersebut ditembuskan ke pimpinan DPR RI. “Itu yang membuat kami yakin bahwa somasi tersebut terkait dengan kedatangan pak Adian ke desa kami satu hari sebelumnya,” paparnya.

Sementara Haji Deni Gunarja, warga yang juga turut di somasi Mengatakan bahwa kasus ini membuat warga menjadi seperti diteror sehingga trauma. “Ini membuat warga jadi takut untuk mengadukan persoalan kami ke anggota dewan atau siapapun, karena seolah-olah kami sudah melakukan tindakan kriminal,” paparnya.

Sementara menurut Adian Napitupulu, langkah Sentul City mensomasi ke Kepala Desa dengan tembusan ke DPR RI sehari setelah kedatangan Adian membuat Adian Napitupulu merasa ikut terintimidasi dan mengganggu kewajiban konstitusionalnya untuk bertatap muka dengan rakyat di daerah pemilihannya. Masih menurut Adian, Somasi itu bisa dikategorikan sebagai upaya “melecehkan” fungsi parlemen sebagai lembaga tinggi negara.

Adian menambahkan, bahwa jika kejadian ini dibiarkan maka bisa saja hal yang sama terulang di kemudian hari pada anggota DPR dari komisi dan fraksi manapun.{JX/PR/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here