Tangan yang Memulihkan

BEIJING, JIA XIANG – Ungkapan dalam tradisi Tiongkok 妙手回春 (Miao shǒu Hui Chun), sering diterjemahkan sebagai “tangan ajaib membuat orang mati hidup kembali.” Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan tentang ketrampilan dan keahlian para dokter yang luar biasa, sehingga mereka dapat menyembuhkan orang yang menderita sakit parah dan dapat membuat pasiennya itu pulih serta sehat kembali.
Ungkapan ini ini terdiri dari dua bagian. Setiap bagian berasal dari puisi Tiongkok klasik dari dua dinasti yang terpisah. Bagian pertama, 妙手 (Miao shǒu), atau tangan ajaib, adalah berasal dari “Sajak Weiqi” karya Cai Hong dari Dinasti Jin. Di dalam sajak itu, Cai menyebutkan seorang pengrajin ukiran terkenal yang terampil, seperti Lu Ban dan Wang Er, yang menggunakan kayu berkualitas tinggi untuk membuat papan catur menakjubkan.
Dalam sajak itu, Cai Hong menggunakan kata 妙手 (Miao shǒu) atau tangan ajaib, untuk menggambarkan keterampilan yang indah pengrajin ini. Kemudian, kata itu menjadi metafora untuk siapa saja yang sangat terampil.
Bagian kedua, 回春 (Hui Chun) berarti “kembali musim semi” dan merupakan referensi dari sajak liris Gelombang Memilah Pasir-Kemarin di luar Kota Timur yang ditulis oleh penyair “ci” terkenal, Su Shi, dari karya berjudul Dinasti Song.
Dalam lirik puisi ini, Su Shi menggambarkan bagaimana, pada akhir musim dingin, dia pergi ke luar kota untuk sepenuhnya mengalami datangnya musim semi.
Saja ini terfokus pada musim semi yang mengacu pada rasa dinginnya udara yang berlalu dan musim semi kembali dan bumi penuh dengan kehidupan lagi. Oleh karena itu, 回春 atau Hui Chun menjelaskan “kebangkitan” atau “menjadi hidup kembali.”
Kemudian dua sindiran atau perumpamaan, digabungkan ke dalam ungkapan 妙手回春 (Miao shǒu Hui Chun), maka jadilah sebuah perlambangan yang menggambarkan para dokter yang memiliki keterampilan, sehingga membuat pasiennya pulih atau semibuh kembali dari ambang kematian. [JX/theepochtimes/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here