Tarawih di Masjid Cheng Hoo, Kedepankan Toleransi

Salat Tarawih di Masjid Muhammad Cheng Hoo di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: JX/Budi Arie Satriyo)

SURABAYA, JIA XIANG– Suasana khusyuk terlihat pada sebagian besar jamaah Salat Tarawih di Masjid Muhammad Cheng Hoo – Surabaya. Seperti juga kebanyakan masjid di lain tempat, Salat Tarawih di masjid yang bangunannya bernuansa Tiongkok ini yang lebih dikenal dengan nama Masjid Cheng Hoo Surabaya itu digelar sejak awal puasa.

Ratusan jamaah yang melaksanakan Salat Tarawih, terlihat meluber hingga ke luar halaman masjid yang terletak di Jalan Gading Surabaya itu. “Sejak hari pertama Salat Tarawih, jamaah selalu banyak dan sampai meluber ke luar masjid,” ujar Rasyid Haryanto, salah satu jamaah asal Tambak Sari Surabaya, Minggu (26/6).

Pria yang biasa disapa Rasyid ini menjelaskan, Salat Tarawih di Masjid Cheng Hoo kental akan kebersamaan dengan menjunjung toleransi yang tinggi. Menurut dia, salah satu bukti toleransi itu adalah dilaksanakannya dua model sekaligus Salat Tarawih sesuai dengan keyakinan jamaah masing-masing.

“Jadi setelah Salat Tarawih yang delapan rakaat, bagi mereka yang biasa dengan dua puluh rakaat, diberi kesempatan istirahat sejenak untuk memberi kesempatan pada jamaah yang akan menunaikan Salat Witir. Setelah itu baru dilanjutkan Tarawih hingga dua puluh rakaat dan Salat Witirnya,” urai Rasyid.

Hal senada disampaikan Fatimatuzzahro (33), asal Jalan Darmo Permai Surabaya. Dia mengungkapkan, setiap Ramadhan dirinya beserta keluarga selalu berupaya melakukan Salat Tarawih di Masjid  Cheng Hoo yang diresmikan sejak 13 Oktober 2002 tersebut. “Kadang kita buka puasa bersama di sini,” tutur perempuan yang juga pengusaha baju anak ini.

Masjid yang terletak di areal kompleks gedung serba guna PITI (Pembina Iman Tauhid Islam) Jawa Timur ini setiap harinya juga menyiapkan takjil dan buka bersama secara gratis. Oleh karenanya, tak heran sebelum Adzan Maghrib, panitia dan pengurus atau Takmir Masjid sudah menata dan kemudian membagikan kepada jamaah yang ada saat itu.

Berbagai persiapan sebenarnya juga sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan, Selain membersihkan bagian dalam dan luar masjid, halaman masjid yang biasanya hanya dipasangi tenda kini dibangun kanopi permanen untuk menampung jamaah.

Masjid yang berdiri di lahan seluas 21 x 11 meter persegi dengan luas bangunan utama 11 x 9 meter persegi itu memiliki daya tampung tak lebih dari 300 orang. Karenanya perlu ditambah kanopi di luar masjid. [JX/Bas/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here