Target Investasi ESDM 32,82 Miliar Dollar AS

Jakarta, Jia Xiang – Tahun ini, pemerintah menargetkan investasi sektor energi dan sumber daya mineral mencapai 38,82 miliar dolar AS.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, target tersebut naik 22,6 persen dibandingkan realisasi 2013 sebesar 31,67 miliar dolar AS. “Tahun 2014 ini, pemerintah optimis investasi 38,82 miliar dolar AS,” kata Jero Wacik seperti dikutip Antara, Kamis (30/114).

Menurut Jero Wacik, kegiatan pemilihan umum legislatif dan pemilu presiden tidak akan mengganggu iklim investasi. Investasi di sektor ESDM bersifat jangka panjang dan hasilnya pun diperoleh dalam beberapa tahun, sehingga tidak terpengaruh kegiatan Pemilu 2014.

Ia juga mengatakan, penerimaan negara dari sektor ESDM pada 2013 mencapai Rp446 triliun atau 108 persen dari target. Untuk 2014, penerimaan ESDM ditargetkan Rp445 triliun.

Sementara realisasi konsumsi BBM subsidi pada 2013 mencapai 46,83 juta kiloliter atau di bawah kuota 48 juta kiloliter. Dengan modal 46,83 juta kiloliter itu, pemerintah optimis kuota 2014 sebesar 48 juta kiloliter tidak terlampaui.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi subsidi energi pada 2013 mencapai Rp299,59 triliun yang terdiri atas BBM dan elpiji Rp210 triliun, listrik Rp89,59 triliun, dan BBN Rp250 miliar.

Sementara, rencana subsidi energi 2014 sebesar Rp297,4 triliun yang terdiri dari BBM dan elpiji Rp210,7 triliun, listrik Rp71,36 triliun, BBN Rp4,9 triliun, dan cadangan resiko energi Rp10,41 triliun.

Untuk progres renegosiasi kontrak tambang, dari 37 kontrak karya, tujuh di antaranya selesai seluruhnya, 29 sepakat sebagian, dan satu terminasi yakni PT Koba Tin. Selain itu, terdapat dua kontrak karya yang mengajukan terminasi yaitu PT Nabire Bakti Mining dan PT Irja Eastern Mineral.

Sementara, dari 74 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B), terdapat 15 sudah sepakat seluruhnya, 57 sepakat sebagian, dan dua belum sepakat.[U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here