YOGYAKARTA, JIA XIANG – Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata membuat warganya semakin peduli terhadap lingkungan di sekitar mereka. Mereka pun berupaya di lingkungannya menjadi obyek wisata.

Seperti yang dilakukan warga yang bermukim  di Groyokan, Blengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Di sini terdapat Tebing Breksi yang sebelumnya merupakan. lokasi pertambangan batu kapur. Kini aktifitas pertambangan telah dihentikan, karena lokasi Tebing Breksi merupakan situs geologi dan sudah ditetapkan sebagai situs Geoheritage CandiIjo yang harus dilestarikan dan dilindungi.

Tebing Breksi awalnya bukan obyek wisata yang dapat dikunjungi kapanpun. Sesudah warga mengelolanya sebagai obyek wisata, kawasan ini semakin dikenal oleh para pelancong dengan nama Tebing Breksi.

“Dulu masyarakat sekitar bekerja sebagai penambang batu di tempat  ini,” ujar salah satu warga yang ikut mengelola Tebing Breksi.

Setelah aktifitas tambang dihentikan, masyarakat dan pemerintah setempat berinisiatif untuk menjadikanTebing Breksi sebagai obyek wisata baru di Yogyakarta. Terlihat dari reboisasi atau penanaman kembali tanaman di atas bukit yang telah gundul karena aktifitas tambang.

Obyek wisata baru Tebing Breksi diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun lalu.

Tidak membutuhkan promosi yang lama dan mahal, obyek wisata Tebing Breksi mulai banyak dikunjungi para pelancong.

Lokasi Tebing Breksi ini sangatlah strategis, karena berada di kawasan wisata Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, dan CandiIjo. Wisatawan bahkan dapat mengunjungi keempat tempat wisata tersebut dalam satu hari.

Tebing Breksi dapat dikunjungi sejak pagi hingga menjelang matahari terbenam. Di pagi hari, pengunjung dapat menikmati keindahan Candi Prambanan serta kemegahan Gunung Merapi dari atas tebing.Pada  sore hari juga dapat mendapatkan pemandangan menarik berupa keindahan bulat matahari yang akan terbenam.

Obyek wisata Tebing Breksi buka setiap hari. Pengunjung dapat masuk dengan membayar seikhlasnya dan dikenakan biaya Rp 2000 untuk parkir motor dan Rp 5000 untuk mobil.

Walaupun hanya membayar seikhlasnya, pengunjung diharapkan dapat membayar sepantasnya. Karena hasil dari retribusi wisata dimanfaatkan untuk membiayai pengelolaan kawasan Tebing Breksi. [JX/Dms/W5]

This slideshow requires JavaScript.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here