Teknologi Mesin Indonesia Memprihatinkan

Jakarta, Jia Xiang – Dalam bidang industri plastik dan karet, Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain dari sisi pengemasan. Namun untuk produksi mesin pengolahnya, industri kita jauh tertinggal sehingga masih harus mengimpor.

Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia, Henky Wibawa. Saat ditemui Jia Xiang Hometown di ajang pameran Plastic and Rubber 2013, Rabu (20/11/13), Henky menyatakan ketidaksiapan Indonesia terkait penyediaan mesin pengolah, membuat industri kita masih sangat bergantung pada mesin produk asing. Hal ini sangat mempengaruhi biaya operasional.

“Untuk itu kondisi ini harus segera dibenahi. Kita harus bisa memproduksi teknologi mesin sendiri sehingga industri hulu hingga hilir bisa dikelola dengan baik. Ini akan sangat menguntungkan,” ujar Henky Wibawa.

Ia menyarankan industri hulu tersebut mesti segera dibenahi, semua komponen pendukung mesin pengolah plastik dan karet harus terintegrasi. Artinya, semua komponen untuk mesin tersebut harus dibuat oleh pelaku industri dalam negeri. [W1/U1].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here