Tempat Tinggal Tan Jing Sing Jadi Rumah Budaya Tionghoa

Gambar rumah Tan Jing Sing. (Foto: JX/Dee)

YOGYAKARTA, JIA XIANG – Rumah peninggalan Tan Jing Sing di Kampung Ketandan Yogakarta, yang sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya di kota itu. Rumah tersebut akan difungsikan sebagai rumah budaya.
Tan Jing Sing, tokoh Tionghoa pertama yang menjabat bupati Yogyakarta dengan gelar Kanjeng Raden Temunggung Secadiningrat. Dia menjabat bupati tahun 1803-1831. Saat itu Tan Jing Sing juga menjadi orang kepercayaan Sri Sultan Hamengkubuwono III.
Menurut T. Harry Setio (Tan Ping Hay), Ketua Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC), rumah Tan Jing Sing diperkirakan berumur sekitar 240 tahun, setara dengan pembangunan Pura Pakualaman dan menjadi bukti kedekatan warga Tionghoa dengan keraton Yogakarta. Selain itu, rumah tersebut juga memiliki aristektur unik yang tidak ditemui pada rumah-rumah Tionghoa lainnya di Indonesia.
“Arsitektur rumah ini merupakan akulturasi dari tiga budaya yaitu Tionghoa, Jawa dan Belanda. Sesusi dengan kehidupan dari pemiliknya yang dekat dengan dengan orang-orang Tionghoa, Jawa dan Belanda” ujar Harry saat ditemui Jia Xiang Hometown di acara sarasehan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudaya (Disparbud) Kota Yogyakarta di Rumah Budaya Tionghoa, Sabtu (20/2/16) lalu.
Harry menambakan, nanti rumah peninggalan Tan Jing Sing ini akan dijadikan Rumah Budaya yang digunakan untuk pusat budaya Tionghoa Peranakan.
“Nantinya rumah ini akan dijadikan pusat budaya Tionghoa peranakan di Yogakarta, mulai dari kegiatan kesenian atau budaya lainnya. Kenapa budaya Tionghoa peranakan yang dipilih, karena di Yogyakarta budaya Tionghoa sudah sangat menyatu dengan budaya Jawa, sehingga sudah tidak lagi sama dengan budaya dari leluhur kita di Tiongkok sana,” jelas Harry.
Rencana yang diutarakan Harry bersama tokoh Tionghoa Yogyakarta lainnya tentang rumah peninggalan Tan Jing Sing mendapat sambutan baik dari pemerintah Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharso. (foto : JX/Dee)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharso. (foto : JX/Dee)

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharso, selain menjadi pusat kegiatan budaya Tionghoa, diharapkan rumah tersebut akan menjadi destinasi pariwisata budaya di Yogyakarta, dan dilengkapi cerita sejarah rumah itu untuk menarik wisatawan.
“Untuk mewujudkan rencana tersebut pemerintah Kota Yogyakarta berencana membeli rumah peninggalan Tan Jing Sing dengan menggunakan Dana Keistimewaan Yogyakarta (Danais), sebab rumah itu hingga sekarang masih dimliki oleh ahli waris.
Pemerintah berencana untuk memfungsikan secara maksimal dan bisa menjaga keaslian rumah tersebut yang hingga kini belum pernah dipugar,” ujar Eko.
Eko menambahkan, bukan saja rumah peninggalan Tan Jing Sing saja yang akan dimanfaatkan menjadi objek wisata budaya Tionghoa, tetapi juga suluruh kawasan Ketandan, yang merupakan salah satu kampung pecinan di Kota Yogyakarta. Kawasan tersebut akan ditata lagi, sehingga menarik untuk dikujungin wisatawan dengan menjaga wajah Ketandan seperti aslinya yaitu dengan tetap mempertahankan arsitekur Tionghoa Rumah Budaya itu.
“Ditata ulanglah kawasan Ketandan agar lebih menarik lagi, seperti China Town di Singapura dan menjadi daya tarik wisatwan yang datang ke Singapura,” kata Eko. [JX/Dee/E4]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here