Terindikasi Mengandung Babi, BPOM Sapu Bersih Mi Korea

Makanan instan ini ditarik BPOM karena mengandung babi. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyatakan mengedarkan mi Korea mengandung DNA babi yang tidak disertai label khusus bisa dijerat pasal pidana. Dia pun sudah menginstruksikan jajarannya di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi sapu bersih semua produk mi Korea itu.

“Kalau sudah dicabut izin edarnya maka itu barang ilegal bisa kena sanksi pidana,” kata Penny di Jakarta, Senin (19/6/17), menanggapi soal kabar Mi Samyang, Nongshim dan Ottogi.

Sejumlah mie Korea, paparnya, ditarik izinnya karena terbukti dalam kandungan produk tersebut mengandung DNA babi tetapi tidak mencantumkan label khusus. Dalam peraturan Kepala BPOM Nomor 12 Tahun 2016 dinyatakan pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan “MENGANDUNG BABI” dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih.

Beberapa produk yang sudah ditarik izin edarnya seperti Samyang varian Mie Instan U-Dong dengan nomor izin BPOM RI ML 231509497014 yang diimpor PT Koin Bumi, Nongshim (Mie Instan Shim Ramyun Black, BPOM RI ML 231509052014, PT Koin Bumi), Samyang (Mi Instan Rasa Kimchi, BPOM RI ML 231509448014, PT Koin Bumi) dan Ottogi (Mie Instan Yeul Ramen, BPOM RI ML 231509284014, PT Koin Bumi).

Penny mengatakan BPOM telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan operasi sapu bersih terhadap produk-produk tersebut. Operasi ini bertujuan untuk memastikan masyarakat terutama umat Islam agar terhindar dari mengonsumsi produk mengandung babi. Terlebih, importir mi Korea tersebut tidak melakukan tindakan segera untuk menarik produk yang telah dicabut izin edarnya.

Dalam perizinannya, lanjut Penny, mi instan tersebut tergolong pada produk tanpa unsur babi sehingga dalam kemasannya tidak ada label khusus.
“Itu dilakukan, agar penarikan cepat sesegera mungkin sehingga masyarakat tidak membeli produk tersebut. Kami minta jajaran BPOM seluruh Indonesia ke lapangan memastikan tidak ada itu, bila ditemukan agar segera menariknaya,” katanya.

Masyarakat juga diimbau turut serta jika menemukan produk mencurigakan sehingga ikut dalam pengawasan untuk menghindarkan mereka dari produk tanpa izin edar dan berbahaya bagi kesehatan. [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here