Terlibat Pembunuhan dan Korupsi, Mantan Kepala Kepolisian di Cina Divonis Mati

Zhao Liping (Foto: JX/theepochtimes)

BEIJING, JIA XIANG – Dua tahun lalu, seorang pria warga Cina berusia sekitar 60-an menusuk dan menembak seorang wanita muda, yang diduga sebagai gundiknya. Kemudian pria itu membakar wanita tersebut. Ketika diselidiki oleh polisi, ternyata ditemukan dua senjata dan 49 peluru yang dimilikinya secara ilegal. Polisi juga menemukan 90 bahan peledak di kantor pria tersebut, ujar media pemerintah.

Pria itu ternyata bernama Zhao Liping, mantan Kepala Kepolisian Inner Mongolia. Kini dia sudah pensiun dari jabatannya. Dan oleh pengadilan dinyatakan bersalah karena terlibat korupsi dan pembunuhan dan divonis hukuman mati, tulis media tersebut.

Zhao (66 tahun) adalah pejabat tinggi pemerintah pertama yang dihukum mati sejak Presiden Xi Jinping melancarkan kampanye antikorupsi tahun 2013.

Zhao dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan, terlibat suap, dan kepemilikian senjata api ilegal, dan menyimpan bahan peledak, di pengadilan Taiyuan, Provinsi Shanxi, November 2016, demikian pernyataan Pengadilan Tinggi Rakyat, Cina. Kemudian  Zhao ajukan banding, tetapi pengadilan tinggi provinsi Shanxi justru mengukuhkan kembali putusan hukuman mati.

Ketika  Zhao menjabat sebagai Kepala Kepolisian Inner Mongolia, dia menerima suap yang seluruhnya berjumlah 23,68 juta yuan atau setara 3,45 juta dollar AS, dalam kurun waktu 2008-2010, tulis  media Cina. Namun tidak jelas apalah dia menolak menerima suap selama tiga tahun pertama ketika menjabat kepala polisi itu, mulai tahun 2005 atau tidak dalam liputan media pemerintah.

Sebelum pensiun dari kepolisian, dia menjadi kepala biro keamanan publik Inner Mongolia, wilayah utama di perbatasan Rusia dan Mongolia. [JX/theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here