The Fed Kembali Naikan Suku Bunga Acuan

Gedung The Federal Reserve(The Fed). (Foto: Ist./W5)

WASHINGTON, JIA XIANG – Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve A.S. (The Fed) menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya sejak Desember 2015, dan mengumumkan rencana untuk mulai memangkas neraca keuangannya.

“Mengingat kondisi-kondisi realisasi dan ekspektasi pasar tenaga kerja serta inflasi, Komite (Pasar Terbuka Federal) memutuskan untuk menaikkan target kisaran untuk suku bunga acuan atau federal fund menjadi 1,00 persen sampai 1,25 persen,” kata the Fed dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan dua hari pertemuan kebijakan moneter, pada Rabu (14/6/17) waktu setempat atau Kamis (15/6/17) waktu Indonesia.

Bank sentral mengakui kemajuan terus-menerus di pasar tenaga kerja sambil menyatakan keprihatinan mereka atas inflasi yang lemah.

Pejabat Fed menurunkan perkiraan mereka untuk tingkat pengangguran untuk 2017 turun menjadi 4,3 persen, dibandingkan dengan proyeksi 4,5 persen yang dibuat pada bulan Maret, sementara perkiraan tingkat inflasi mereka pada tahun 2017 direvisi turun menjadi 1,6 persen dari perkiraan mereka sebesar 1,9 persen pada bulan Maret. Hal ini sesuai  proyeksi ekonomi yang dikeluarkan oleh the Fed pada hari Rabu.

Meski masih lemah, bank sentral terus memantau perkembangan ekonomi. “Belanja rumah tangga telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dan investasi terus berkembang,” kata The Fed dalam pernyataannya.

Pejabat Fed memperkirakan ekonomi akan tumbuh 2,2 persen tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan mereka sebesar 2,1 persen pada bulan Maret.

Perkiraan mereka untuk laju kenaikan suku bunga hampir tidak berubah dibandingkan dengan proyeksi bulan Maret. Menurut perkiraan mereka, akan ada kenaikan satu tingkat lagi tahun ini, dan tiga lagi tahun depan.

Mengingat kondisi ekonomi yang stabil, Fed berencana untuk mereduksi neraca 4,5 triliun dollar Amerika  akhir tahun ini dan mengumumkan rencana rinci untuk memangkas kepemilikan obligasi.

“Komite saat ini mengharapkan untuk mulai menerapkan program normalisasi neraca tahun ini, asalkan ekonomi berkembang secara luas sesuai yang diantisipasi,” kata The Fed dalam pernyataan tersebut.

Dalam kesempatan itu Gubernur The Fed Janet Yellen mengemukakan rencana untuk mengurangi neraca bank sentral. “Rencana dimaksudkan untuk menghindari ketegangan pasar, dan membiarkan pasar menyesuaikan diri dengan tahapan rencana dan dapat diprediksi,” katanya.

Menurut rencana tersebut, the Fed akan menetapkan serangkaian kenaikan secara bertahap pada jumlah sekuritas Treasury dan agen sekuritas yang akan diizinkan setiap bulannya. Tahapan ini akan meningkat setiap tiga bulan sampai mencapai tingkat yang diharapkan.

Mengenai waktu pelaksanaan rencana tersebut, Yellen mengatakan bahwa jika ekonomi berkembang sejalan dengan ekspektasi pejabat Fed, bank sentral dapat menerapkannya  segera.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here