Tiga Makam di Pematang Siantar Ramai Didatangi Peziarah

Warga berziarah ke salah satu makam di Pematang Siantar, Sumatera Utara, merayakan Ceng Beng, pada Minggu (27/3/16). (Foto-foto: JX/Iman Sjahputra)

PEMATANG SIANTAR, JIA XIANG – Tradisi Ceng Beng (Qing Ming) artinya sembayang atau ziarah ke kuburan leluhur. Tradisi ini biasanya dilakukan tiap tahun pada tanggal 4 atau 5 April oleh etnis Tionghoa di seluruh dunia. Namun  kini tanggal ziarah ke makam untuk sembahyang telah berubah waktunya dari masa ke masa bagi etnis Tionghoa. Waktu kunjungannya tidak persis pada tanggal 4 atau 5, melainkan 1 minggu sebelum tanggal 4 atau seminggu setelah tanggal 4. Maka tidak heran warga Tionghoa di Indonesia telah mengadakan ziarah ke makam  leluhurnya sebelum tanggal 4 atau 5 April pada setiap tahun.

Salah satu contoh adalah warga Tionghoa di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kebanyakan mereka telah berziarah ke makam leluhurnya sekitar tanggal 25, 26 dan 27 Maret untuk sembahyang. Khusus etnis Tionghoa, ada 3 (tiga) tempat pemakaman yang disediakan. Di kuburan lama di Jalan Ade Irma Nasution, Kelurahan Martoba;  Kuburan Lambung Merah, Jalan Medan;  dan kuburan baru di Sinarsak.

Tampak pada hari Minggu tanggal 27 April 2016 kuburan etnis Tionghoa di Sinarsak banyak didatangi oleh penziarah sekitar jam 10 pagi. Mereka bersembahyang pada leluhurnya dengan berbagai peralatan berupa dupa; kertas sembahyang serta kotak-kotak perhiasan, pakaian-pakaian berupa baju dan celana terbuat dari kertas. Semuanya dibakar dengan tujuan  untuk menghormati para leluhur yang telah terlebih dahulu meninggal dunia.[JX/Iman Sjahputra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here