Tiga Poin Penting dalam SP3 ke Pengelola TPST Bantar Gebang

JAKARTA, JIA XIANG – Ada tiga poin penting yang diutarakan Dinas Kebersihan DKI dalam Surat Peringatan (SP) ketiga kepada Pengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, PT Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT Navigate Organic Energy Indonesia (NOEI).

Dalam surat peringatan dengan nomor 3240/-1.7999 yang dikirim pada 21 Juni 2016, berarti Pemerintah Provinsi DKI sudah resmi mengeluarkan SP 3.

Dalam surat itu dijelaskan, bahwa ada tiga poin penting yang perlu dijelaskan DKI kepada PT GTJ. Adapun intinya PT GTJ dinilai tidak memenuhi kewajiban untuk pencapaian Financial Closing.

Kewajiban tersebut sudah tertulis dalam Surat Perjanjian Kontak Nomor 5028/1.799.21 tentang peningkatan sarana dan prasarana TPST Bantar Gebang.

Kedua, PT GTJ dinilai tidak bisa memenuhi kewajiban terkait penyerahan laporan atas rekening khusus. Rekening tersebut harusnya diserahkan  PT GTJ kepada DKI tiap tanggal 15 selama kontrak kerja berlangsung.

Untuk poin ketiga, PT GTJ dan PT NOEI dinilai tidak bisa memenuhi sarana dan prasarana dalam membangun sarana Gasifikasi, Landfill, Anaerobic Digester (GALFAD) terkhusus Gasifikasi.

Kepala Dinas Kebersihan DKI, Isnawa Adji menegaskan dalam surat tersebut DKI memberikan waktu 15 hari kepada PT GTJ untuk melakukan pemulihan kerja sama.

Hal yang sama diungkapkan juga oleh Kepala Unit Pengelola TPST Bantar Gebang Dinas Kebersihan Jakarta, Asep Kuswanto. Ia menjelaskan masa berlaku SP 3 itu adalah 15 hari kalender.

“Karena SP 3, sudah diberikan tanggal 21 Juni 2016, masa berlaku akan berakhir pada 6 Juli 2016, pas dengan Hari Raya Idul Fitri,” papar Asep melalui pesan singkat, pada Kamis (23/6/16).

Diketahui sebelumnya, PT GTJ telah menjadi perusahaan swasta yang mengelola TPST Bantar Gebang sejak 2008. Tiap tahunnya, PT GTJ mendapat dana sebesar Rp 300 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here