Tim Pencari MH370 Temukan Kapal laut Tahun 1800-an

Kapal abad ke-19 yang ditemukan di dasar laut Samudera Hindia. (Foto: JX/Ist)

KUALA LUMPUR, JIA XIANG – Tim pencari pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 yang hilang hampir dua tahun lalu menemukan kapal yang tenggelam pada akhir abad ke-19. Kapal ini ditemukan di dasar laut oleh salah satu dari tiga kapal pencari MH370, Havila Harmony, yang menggunakan kendaraan otonom untuk memotret obyek atau benda di laut.
Sekitar bulan Desember 2015 salah satu kapal pencari mendapati sebuah benda yang berbeda. Ternyata benda itu adalah sebuah rongsokan kapal laut berusia 200 tahun di dasar laut.
“Sebuah kontak sonar anomali diidentifikasi dalam perjalanan pencarian di dasar laut, hasil analisis menunjukkan benda itu mungkin buatan manusia, kemungkinan kapal karam,” kata Pusat Koordinasi Badan Bersama (JACC), sebuah lembaga di Australia memimpin pencarian pesawat terbang jenis Boeing 777 bernomor penerbangan MH370 yang menghilang secara misterius pada Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia, ke Beijing, Tiongkok.
Kemudian tim pencari mengirim kapal lainnya, yaitu Havila Harmony, bulan Januari ini untuk mengambil gambar-gambar kapal tersebut dengan menggunakan sonar dengan kendaraan otonom bawah laut. Kepada kantor berita AFP, Rabu (13/1/16), JACC mengatakan bahwa kajian awal oleh para ahli di Museum Australia Barat menyimpulkan kapal yang ditemukan itu besar kemungkinan berasal dari akhir abad ke-19.
Tim pimpinan Australia saat ini menyisir dasar laut Samudra Hindia bagian selatan dengan harapan bisa menemukan pesawat MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing yang membawa 239 orang. Pada Juli 2015 bagian sayap pesawat flaperon dengan ukuran dua meter ditemukan di kawasan pantai di Pulau Reunion di Samudera Hindia dan belakangan dikukuhkan bahwa flaperon ini merupakan bagian dari pesawat MH370.
Temuan ini menjadi bukti kuat pertama bahwa pesawat jatuh ke laut. Tidak ada temuan lagi setelah itu meski para petugas sudah melakukan penyisiran di perairan seluas 80.000 kilometer persegi, yang didasarkan pada perkiraan lintasan jalur penerbangan. Tim penyelidik meyakini MH370 kehabisan bahan bakar sebelum jatuh ke perairan di Samudera Hindia bagian selatan.
Penyebab pasti hilangnya MH370 belum juga dipastikan, menjadikannya sebagai salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan. [JX/BBC/CNN/Theguardian/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here