Tiongkok Kecam Kehadiran Militer AS di LCS

(Foto: JX/theepopchtimes)

BEIJING, JIA XIANG – Awal pekan ini Tiongkok mengecam Amerika Serikat dan Filipina yang mencoba meningkatkan kehadiran militer mereka di Laut China Selatan (LCS). Di sisi lain negara-negara ASEAN tengahn berencana memberikan akses kepada Amerika Serikat ke lima basis.
“Kerjasama AS-Filipina seharusnya tidak menargetkan pihak ketiga, mengancam kedaulatan atau kepentingan keamanan negara lain, atau mengancam stabilitas dan perdamaian regional,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, kepada wartawan.
Jumat pekan lalu AS dan Filipina mengumumkan bahwa mereka sepakat mengizinkan militer AS hadir di lima pangkalan militer Filipina, termasuk satu yang terdekat dengan Pulau Nansha di LCS. Kesepakatan itu, dicapai melalui kerjasama keamanan bersama tahun 2014 diantara kedua negara yang bertujuan untuk memperluas kehadiran AS di bekas koloninya itu melalui rotasi armada laut dan pesawat-pesawat udara. Langkah ini disebut operasi keamanan kemanusiaan dan maritim.
“AS telah mengatakan tentang militerisasi di LCS, tetapi dapatkan mereka menjelaskan apakah meningkatkan kehadiran militer mereka di kawasan itu sama dengan militerisasi,” tanya Hua.
Salah satu pangkalan militer Filipina yaitu Pangkalan Udara militer Antonio Bautista di Pulau Palawan, letaknya sekitar 160 km dari Pulau Nansha. Di pangkalan itu terbentang lapangan terbang sipil sepanjang 2,7 km.
Beberapa pakar mengatakan, pangkalan militer itu merupakan tempat strategis sekali bagi militer AS, untuk mengembangkan pengaruhnya di kawasan sekitar gugus pulau itu, setelah pasukannya di tempatkan di sana. Pasukan AS bisa menggunakan lapangan terbang itu, pos komando dan fasilitas bahan bakar di Pangkalan Udara Antonio Bautista guna keperluan mendarat dan terbang pesawat pengebom, pesawat anti kapal selam, dan pesawat patroli, kapal-kapal tanker, dan pesawat tempur. [JX/Xinhua/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here